Situasi Sekolah atau Tempat Kerja Mulai Tidak Nyaman

Ketika murid atau pekerja yang harusnya masuk melalui seleksi ketat untuk memperebutkan “kursi” sekolah atau suatu jabatan di dunia kerja, namun apa daya ntah karena faktor fisik (cantik dan semacamnya), kasihan, pertemanan atau persahabatan, keluarga, dan uang. Syukur kalau orang tersebut memiliki kompetensi dalam bekerja, sehingga tidak menjadi beban perusahaan atau sekolah. Kalau tidak  kompeten, boro – boro kompeten, disuruh kerja sesuai jobdes aja malas malah sok ngebos dengan cara nyuruh – nyuruh orang. Jadinya orang yang masuk sekolah dan bekerja dengan cara “murni” serta benar – benar bekerja keras harus sabar seluas samudera. Hanya ada dua cara yaitu pindah sekolah atau pekerjaan dan sangat berharap orang yang perilakunya buruk segera mengundurkan diri.

Iklan

Dapat Panggilan Interview

Denpasar, 22 November 2016

Saya dapat telepon dan sms untuk mengikuti interview kerja esok hari.

Denpasar, 23 November 2016

Hari ini datang interview, diwawancarai oleh Kepala Sekolah dan HRD.

Denpasar, 24 November 2016

Hari ini diinterview oleh Ketua Yayasan.

Denpasar, 28 November 2016

Hari ini pertama kali kerja sebagai Guru Bimbingan Konseling.

 

Beli Kulkas Baru

Denpasar, 21 November 2016

Pergi ke tempat Sekretaris HIMPSI BALI untuk mengambil kartu tanda anggota (KTA) HIMPSI. Warna kartunya ungu. Nama saya jadi disingkat B. Cahyaningrum, mungkin karena nama saya kepanjangan. Lalu pulangnya mampir ke toko elektronik, awalnya hanya lihat – lihat saja, siapa tahu ada kulkas yang harganya cocok di kantong saya dan sesuai selera saya. Akhirnya nemu, merk Panasonic, satu pintu, warnanya abu – abu (silver), harganya Rp 1.550.000, harga nego alias tawar menawar. Yippie.

Sampai rumah sama ayah disuruh “kerja bakti”, mengeluarkan isi lemari keluar, lemari yang lama dibuang, kulkas dua pintu yang rusak jadi lemari. Hahaha. Ayah terlihat senang mendapatkan hadiah kulkas dari saya. Keponakan senang sekali mendapatkan kardus besar dan gabus. Sebelumnya kakak ipar membeli mesin cuci, lalu kardus bekas mesin cuci buat mainan mereka. Jadi satu keponakan satu kardus besar.

Alhamdulillah Ya Allah untuk rezeki yang dilimpahkan pada keluarga saya.

Adik Bungsu Ayah Datang Ke Rumah

Denpasar, 18 November 2016

Sore hari Ayah bilang kalau adik bungsunya akan berkunjung ke rumah. Sekitar Maghrib seperti kebiasaan di keluarga kalau ada tamu jauh maka akan ada makan “enak”, Mama menyuruh saya untuk membelikan nasi kotak dalam jumlah lumayan. Beli di malam hari ternyata lebih asyik daripada membeli di siang hari. Kenapa? Memang tidak mendapatkan mie, namun porsi ayam jadi 2, serta daging jadi 2 (nasi kotak yang saya dapatkan). Nasi kotak yang lainnya saya tidak tahu.

Salah Satu Teman Dekat Ayah Meninggal Dunia

Denpasar, 9 November 2016

Beberapa hari atau minggu sebelumnya Ayah cerita kalau salah satu temannya tidak pernah jawab sms dari Ayah lagi, biasanya Pak Jawad cepat sekali balas sms Ayah. Tepat di hari ini, Ayah cerita Pak Jawad dirawat di rumah sakit selama satu bulan karena sakit jantung.

Saya : “Sudah sehat sekarang?”

Ayah : “Sehat apanya? Sudah meninggal, 20 Agustus lalu (2016). Beda usianya dengan Ayah cuma satu tahun lebih muda dari Ayah. Sama – sama alumnus Psikologi UGM angkatan 1974 lulusnya. Menikahnya pun sama tahun 1974, cuma Pak Jawad bulan apa (saya lupa), Ayah November. Kartu undangan pernikahan Pak Jawad masih Ayah simpan. Anaknya yang balas sms Ayah.”

Mama cerita tadi saat Ayah cerita ke Mama kalau Pak Jawad meninggal dunia kelihatan mau nangis, cuma Mama ajak Ayah bicara terus biar lupa sedihnya.