Main Bulu Tangkis dan Bekerja

Denpasar, 27 Agustus 2016

Pagi – pagi keponakan bungsu mengajak main bulu tangkis. Kami bertiga (Saya, keponakan bungsu, dan keponakan tengah) mainnya lumayan lama. Mengajarkan secara tidak langsung main secara sportif dan siap menerima kekalahan secara ikhlas.

Sore harinya ada tamu tes. Mama bilang tamu tesnya kayak S (keponakan di Semarang) yang cantik dan memiliki postur tubuh tinggi. Ternyata setelah ketemu, iya, cantik dan tinggi. Terlebih setelah melakukan skoring hasil tes, anaknya juga cukup pintar dilihat dari nilai-nilai yang didapatkan. Memang tamu tesnya memiliki kemampuan menjadi model, MC (Master of Ceremony bukan Momong Cucu), dan basket.

Iklan

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s