Main dengan Keponakan Bungsu

Denpasar, 23 Agustus 2016

Dapat surat dari Yogyakarta.

Dua keponakan pada tidak pergi mengaji, keponakan bungsu mengajak saya main bulu tangkis. Saya dan keponakan tengah versus keponakan bungsu. Keponakan bungsu yang menang.

Setelah Maghrib, keponakan bungsu mengajak ke warung bawah. Seperti biasa merayu agar dibelikan makanan, ternyata keponakan bungsu membeli itu bukan karena makanannya tapi karena membeli satu makanan tersebut akan mendapatkan satu kartu bergambar.

Iklan

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s