Setidaknya Cahya Berani Mencoba

Yogyakarta, 18 Oktober 2014

Melamar kerja sebagai staf HRD di sebuah Universitas Swasta terkenal di Yogya, bahkan cukup terkenal di Indonesia. Daerah Demangan Baru.

Yogyakarta, 20 Oktober 2014

Dapat sms untuk mengikuti seleksi kerja tanggal 21 Oktober 2014, jam 8 pagi. Sms itu saya dapat saat sore hari. Dan… saya tidak tahu jalan Demangan Baru dimana. Plus listrik mati karena apa gitu di Jawa Tengah. Ouh no… saya ga bisa buka Google Map. Yang telintas diotak adalah bertanya ke orang-orang yang sudah tinggal lama di Yogya alias orang Yogya, plus pasang di status Facebook. Akhirnya saya dapat info sangat detail dari kakak senior, bahkan dia tahu persis lokasi Universitas tersebut, serta memberikan ancer-ancernya sedetail-detailnya.

Yogyakarta, 21 Oktober 2014

Prepare lah itu, mulai dari bangun pagi banget. Mandi pagi banget. Tanpa Belajar. Aku pikir paling psikotes, sudah cukup paham lah. Berangkat dari kos juga pagi banget, karena saya belum menemukan lokasi, jadi jaga-jaga kalau nyasar ke lokasi, masih ada waktu untuk mencari lokasi Universitas tersebut. Tara..ikutlah seleksi tahap pertama, tes ke-HRD-an.

Dari 6 pertanyaan yang ada, semua jawaban saya mengarang indah sesuai dengan pengetahuan yang saya ketahui. Tiap pertanyaan hanya disediakan waktu 10 menit untuk menyelesaikan plus mengisi cv yang formulirnya menggunakan bahasa Inggris.

Saya pasrah dengan hasilnya.

Yogyakarta, 24 Oktober 2014

Dapat sms dari pihak HRD untuk ikut seleksi tahap kedua, tes komputer. Tanggal 27 Oktober 2014, jam 08.45.

Yogyakarta, 27 Oktober 2014

Datanglah ke tempat seleksi. Lagi-lagi saya pasrah dengan tes komputer kali ini. Tara…lihat soal yang keluar adalah excel dengan wajib menggunakan rumus X dan Y. Saya sama sekali tidak mengerti penggunaan rumus itu. 4 soal yang disediakan saya hanya mampu mengerjakan 1 soal, sisanya menggunakan rumus. 4 soal bernilai 400, dari 1 soal saja saya hanya mendapatkan nilai 50. Jadi setiap peserta seleksi mengerjakan jawaban, akan muncul nilai di atasnya. Saya heran setiap saya mengerjakan, nilai saya semakin berkurang, yang harusnya semakin meningkat.

Dan…sesuai prediksi saya, saya tidak mendapatkan panggilan selanjutnya. Gugur ditahap kedua, tes komputer. Seleksinya ada 5 tahap, yang tengah saya lupa tes apa? Sisanya psikotes dan wawancara akhir.

Setidaknya saya sudah mencoba dan saya tahu kelemahan saya di excel, jadi mesti beli buku mengenai excel untuk siap-siap kalau seleksi kerja ada tes komputer. Sepertinya juga harus beli buku mengenai ke-HRD-an dan Undang-Undang Ketenagakerjaan biar kalau tes ke-HRD-an, saya tidak perlu mengarang indah lagi, tapi tahu dan paham.

Namanya “bertanding” harus siap menang, juga harus siap kalah. Kekalahan atau kegagalan, anggap saja sebagai kesuksesan yang tertunda.🙂

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s