Idul Adha di Semarang Part 5

Semarang, 5 Oktober 2014

Tips untuk naik taksi atau angkot, atau bayar parkir, dll usahakan banget nget bawa uang pas sampai sereceh-recehnya atau seribu-ribunya, 5 ribuan dan 10 ribuan itu mesti tersedia. Kalau tidak alasan jawaban yang sudah saya hafal banget adalah intinya ga punya uang kembalian jadi sisa kembaliannya untuk dia deh. Kalau uang kembaliannya 11 ribu -19 ribu khan lumayan (secara anak kos ya, itu bisa untuk makan 2 sampai 4 hari).

Sampai JogloSemar sekitar jam setengah 2 an. Beli tiket dan baru ada yang kosong itu jam 7 malam. Okelah saya akan menunggu. Bude P nelpon, sudah dalam perjalanan atau masih di Joglosemar? Di Joglosemar Bude, Sari baru berangkat jam 7 malam. Bude kaget, ya wajarlah khan Idul Adha dan besok orang-orang pada beraktivitas kembali jadi… ya gitu deh. Di Joglosemar aku makanin itu daging matang dalam toples secara sudah lapar akut.

Sekitar setengah 4 sore kuputuskan untuk menitipkan barang di Joglosemar. Aku hanya bawa dua hape dan dompet. Mau jalan-jalan ke Paragon Mall, tapi ya ujung-ujungnya namanya Mall ya jualannya gitu-gitu aja. Akhirnya te tempat permainan, aku lihat ada permainan baru yang ngedance-ngedance gitu tapi bukan mengikuti arah panah, namun… mengikuti arah gerakan kaki dan tangan si animasi, bagus sih, terlihat lebih mewah dibanding yang arah panah.

Finally, aku mau makan di warung makan yang rasanya enak banget di jalan Pemuda. Tara… entah tukang masaknya berbeda atau kenapa? Aku tidak tahu. Rasa makanannya cenderung biasa saja, tidak seenak dulu waktu bulan Juni aku makan di sini. Es jeruknya sih rasanya masih tetep enak banget.

Akhirnya jam 7 datang juga, saatnya berangkat ke Jogja. Oya harga tiket Joglosemar itu 70 ribu, beda banget dengan bis Patas yang cuma 40 ribu, tapi kalau di Joglosemar dapat roti satu dan air mineral gelas 1.

Sampai di Joglosemar Jogja, aku lihat ada taksi satu, biasanya ada banyak taksi. Aku mau pipis dulu. Eh after pipis ternyata taksinya sudah ga ada. Ada ojek, proses negosiasi terjadi. Kesepakatan jalan Magelang ke jalan Kesumanegara 30 ribu. Sampai kos juga dan saya langsung tepar.

Cerita Idul Adha di tahun 2014, finish.

2 thoughts on “Idul Adha di Semarang Part 5

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s