Idul Adha di Semarang Part 4

Semarang, 5 Oktober 2014

Idul Adha ikut Pemerintah (soalnya ngikut orang-orang sekitar aja, walaupun tahu sebenarnya Idul Adha itu kemarin). Ya sudahlah.

Mbak D dan mbak Ari sedang tidak shalat, jadi Kakak dan Adik shalat bareng Tante di lantai atas. Bude shalat di bawah. Banyak banget yang kenal dengan Kakak dan Adik. Oya yang ngajak main juga banyak (padahal Kakak dan Adik tinggal di Jakarta). Oya Kakak dan Adik pakai kaos kenang-kenangan yang saya kasih, berisi tulisan Jogja. Dasar memang Kakak dan Adik itu cantik-cantik, jadi pakai kaos apa aja jatuhnya bagus.

Kami mau nyekar ke mas Jo lagi. Naik angkot. Berlari-lari nyebrang dan akhirnya saya bisa melewati 3 kayu tipis itu tanpa dipegangi.

Pulangnya naik angkot lagi, berhubung angkotnya hampir penuh. Jadi Al di depan bareng penumpang lain dan Pak Supir. Adik dipangku mbak D, dan Kakak bingung mau ambil tempat duduk tapi Bunda belum duduk (saya bilang sini, sambil megang paha, akhirnya Kakak duduk dipangkuan saya). Kulihat mbak D meluk adik, ini kesempatan aku meluk kakak (kupeluk erat banget dan kuciumi punggung dan rambutnya). Mbak D bilang berat, terus Kakak tanya ke saya, “aku berat?” Saya jawab lumayan. Akhirnya sampai juga. Mungkin karena saya masih agak muda jadi tidak terlalu merasa keberatan saat memangku Kakak.

Dapat daging kurban dua kali. Oya sama Bude P, aku dikasih daging matang yang ditaruh ditoples dan keripik kentang satu toples. Rasanya enak banget. Saya dikasih uang 300 ribu dari Bude P dan 200 ribu dari mbak D. Ingin rasanya uang itu aku kasihkan ke mbak A untuk Kakak dan Adik, tapi bingung bagaimana cara penyampaiannya karena ada mbak D dalam satu taksi berbentuk sedan. Aku ciumin kepala Kakak dan Adik, Kakak dan Adik cerita tentang ayah mereka.

Mbak A saat dua kali datang nyekar ke kuburan mas Jo, dua kali nangis (nangisnya itu sampai mukanya merah dengan cepat). Mbak D nangis saat pertama kali datang nyekar, mukanya juga berubah menjadi merah dengan cepat.

Kemarin saya juga dikasih jam tangan oleh mbak D, dan kain persegi warna merah (kalau kujadikan kerudung ternyata terlalu pendek sehingga tidak bisa menutupi bagian dada jadi kuputuskan untuk jadi sleyer aja kalau naik motor biar asap dan debu tidak masuk ke hidung), sama mbak A saya dikasih kerudung warna biru merek Zoya (wow itu khan merek terkenal, harganya mesti mahal). Jam tangan dan sleyer warnanya juga bagus banget. Aku ga tahu ya, cuma saya pikir mbak D ngasih jam tangan karena melihat jam tanganku jelek, jam tangan anak-anak dari bahan karet (itupun aku beli di toko jam tangan terkenal yang ada di daerah Malioboro, cuma dari pertama kali beli memang jam tangan tersebut kacanya sudah gores 2, ya wajarlah untuk jam tangan dengan harga 25 ribu rupiah, hahaha).

Sama Bude P juga dikasih buku Yasin Mas Jo, selama usia aku saat ini, aku belum pernah menemukan buku Yasin dengan cover seperti itu bagusnya, isinya pun surah-surah yang penting (tepatnya yang sering aku baca) plus doa setelah membaca surah itu. Aku juga dikasih mbak D cd atau vcd dari Ustadz rocker yang dulunya pernah ngekos di rumah Eyang Kakung. Cd atau vcd-nya itu memang untuk mamaku, bukan buat aku.

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s