Idul Adha di Semarang Part 2

Yogyakarta, 3 Oktober 2014

Listrik mati dan air pun habis. Nunggu listrik nyala dan air pun kesini. Packing buat keperluan ke Semarang, beberes isi kamar, dan beli gudeg kendil (ini pesanan mama untuk kedua kakaknya).

Nunggu adzan dhuhur dulu biar bisa shalat dhuhur plus jamak shalat ashar. Lanjut ke Trans Jogja; ketemu dengan ibu kos, Adhe, dan Novi.

Nanya jalur ke terminal Jombor, sekarang arah jalurnya berbeda. Kalau dulu transitnya di Samsat, sekarang transitnya di Taman Pintar. Nunggu lumayan lama karena mencari bis yang ada kursi kosong sebab barang bawaanku ada 2 dan lumayan berat juga.

Sampai terminal Jombor ramai sekali, tanya ke penjual tiket bis patas ke Semarang. Tiketnya habis. Pindah ke penjual lainnya, habis juga. Ngelihat tukang ojek, berpikir naik ojeg ke Joglosemar. Tapi… sekilas mataku melihat ada penjual tiket bis patas yang lain. Coba dulu aja ke sana, tanya, alhamdulillah masih ada yang kosong tapi menunggu jam keberangkatan setengah 4, padahal itu baru jam 2 siang. Ok, ambil tiketnya. Harganya tiket 40 ribu.

Titip gudeg ke orang, karena mau pipis. Sekarang ke kamar mandi bayarnya 2000 rupiah. Lalu ke angkringan beli arem-arem 2 dan minuman jahe. Rasa jahenya kurang enak. Arem-aremnya lumayan.

Sampai Banyumanik, sudah agak malam. Memilih untuk naik taksi karena badanku sudah capek. Biaya taksi 56 ribu, tol 4 ribu. Masih dalam satu kota Semarang 60 ribu. Jogja ke Semarang 40 ribu.🙂

Sampai rumah Bude P sekitar jam setengah 8 malam. Pintu digembok dan rumah gelap. Manggil Assalamualaikum. Ga ada jawaban. Telepon hape Bude, ga diangkat. Pikiranku, mungkin Bude jemput anak, menantu, dan cucu di bandara. Tunggu saja depan rumah sambil lesehan. Tapi kebelet pipis dan lapar saya tidak bisa berkompromi. Sms mbak D, mbak sudah di Yogya? Masih di Jakarta, delay 30 menit. Logikaku 30 menit, perjalanan pesawat Jakarta-Jogja 1 jam, nunggu bagasi dan perjalanan bandara ke rumah 1 jam.

Langsung keluar rumah bawa ransel, gudegnya Sari tinggal di halaman rumah Bude P. Cari warung makan yang agak bagus agar bisa numpang pipis. Dan… warung makan yang agak bagus itu hanya jual oleh-oleh khas Semarang, akhirnya numpang pipis dan beli tahu bakso isi 10 harganya 26 ribu. Beli air mineral botol yang besar dan dingin, harganya 5 ribu.

Balik ke rumah Bude, makan dan minum di halaman. After kenyang, sekitar jam setengah 10 malam. Tadi saat beli tahu bakso, lihat di pagar rumah Bude ada nomor telepon dan lampu kamar menyala. Nelpon lah, ada yang ngangkat. Suara Bude. Nelpon lagi, dan ternyata Bude ada di rumah.

Sari cerita kalau nunggu depan rumah Bude dari jam setengah 8 malam. Wah itu jadi gojekan Bude, saudara, dan sahabat mas Yo.

Setelah meletakkan barang, mandi, sepupu dan keponakan datang bersama sahabatnya mas Yo. Disuruh menyuguhkan minum, tisu, dan kue (enak rasanya).

Semua pada tepar dan menuju kamar masing-masing. Finally, aku ga bisa langsung tidur karena nyamuknya banyak jadi mesti garuk-garuk kaki dulu (aku pakai celana pendek dan kaos). Tidur jam 11 malam dan terbangun jam 2 pagi.

One thought on “Idul Adha di Semarang Part 2

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s