Belajar Memasak

Akh, aku, kakak ipar, dan ketiga keponakan punya kebiasaan insomnia baru bisa tidur setelah jam 12 pagi. Jadi waktu itu keponakan kedua minta dimasakin telur ceplok tengah malam. Tahun-tahun yang lalu, biasanya keponakan itu mintanya telur dadar. Baru kali ini minta telur ceplok, keponakan pertama bilang Tante kasih garam. Gimana cara ngasih garamnya? Ditaruh aja di atas telur ceploknya, keponakan pertama memberitahuku. Lalu kuambil garam dan kutaruh di satu sisi telur ceplok. Telur ceplok pertama, sama keponakan diberitahu kalau itu kebanyakan garam. Ok, telur ceplok kedua, aku kurangi garamnya dan lagi-lagi hanya ditaruh satu sisi bukan ditabur ke seluruh sisi telur. Akhirnya keponakan kedua makanlah itu dua telur ceplok buatanku.

Keponakan kedua : “Tante.”

Saya : “Ya.”

Keponakan kedua : “Telurnya Tante ada yang kurang.”

Saya : “Kurang garam ya?”

Keponakan kedua : “Kebanyakan garam, asin.”

Keponakan pertama : “Tuh bener khan Tante.”

Saya : Cuma senyum-senyum aja.

Aku ceritain ke mama, dan mama sepertinya cerita ke kakak aku.

Aku dan keponakan pertama juga belajar buat kue lidah kucing, nastar, kastengel, curous, bola-bola coklat, dan truffle mix. Oya keponakanku juga sudah bisa buat brownies. Dan pokoknya kami masih terus belajar memasak.

Komplain lagi dari keponakan kedua, waktu aku bikinin mie instan, aku lupa kasih saos sambal yang ada di mie instan jadinya dia kepedasan. Keponakan keduaku ini suka banget kalau dibikinin nasi goreng sama aku. Katanya enak. #Tepatnya mungkin karena sebagai anak kos cukup sering beli nasi goreng, jadi sering lihat cara penjual nasi goreng buat nasi goreng. Makanya saya sudah hafal cara buatnya plus isiannya, dan telur ceplokku sekarang sudah bagus. Sudah sesuai selera anak kecil kelas 3 SD.

Denpasar, 8 Agustus 2014

Tadi dapet komplain dari keponakan kedua dan bungsu katanya nasi gorengnya kepedasan. Tante, bawang putih motongnya kegedean harusnya diuleg dulu. Ok dech, kritikannya.

Iklan

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s