Bokap Balik ke Denpasar

Yogyakarta, 7 Juni 2014

Sampai Jogja sekitar jam 11an malam. Naik taxi, sampai depan rumah Budeku yang mau dijual dengan harga 1,9 M. Bangunin tetangga rumah untuk minta kunci pagar, jam setengah 12 malam. Langsung tepar, nyalain AC. Anak kos tidur pakai AC itu nyaman banget. Esok pagi mandinya pun tinggal nyalain keran langsung pakai air hangat.

Siang hari makan di Purawisata, terus balik ke kos naik becak dibayarin ayah. Maunya aku naik TransJogja aja, cuma habis 3 ribu. Ayah terus bilang naik becak aja, ayah bayarin sambil ngasih uang 15 ribu. Depan Purawisata ada tukang becak, ayah tanya ke Kesumanegara berapa? 20 ribu. Ayah bilang mahal. Langsung kusahut 15 ribu mau ga? Kalau ga saya naik TransJogja aja pa. Tukang becaknya langsung mau.

Pulang ke kos cuma untuk naruhin buku yang aku mau titipkan ke ayah untuk dibawa pulang ke Denpasar. Terus balik lagi ke rumah Bude. Ayah bilang nyari taksi sulit karena mau malam Ahad, jadi harus pesan langsung ga boleh pesan untuk nanti. Di rumah Bude ayah coba telepon taksi ga diangkat-angkat. Aku coba telepon taksi pakai hape aku, langsung diangkat terus pesan taksi. Ayah nyuruh pulang ke kos sekarang. Terus aku anterin koper ke depan gang kos, tepat depan gang kos taksi muncul. Taruh koper di samping Pak Sopir taksi, ayah keluar taksi, kami berpelukan.

Sampai kos, ada berita baru kalau Icha keluar kos mungkin karena habis disidang saat Yasinan. Beberapa hari kemudian Dila juga menyusul keluar kos  mengikuti Icha. Alhamdulillah. Beberapa anak-anak kos pada senang Icha keluar kos, kalau saya senang Dila yang keluar dari kos. Akhirnya hidung saya aman dan nyaman dari bau masakan Dila. Hore…

One thought on “Bokap Balik ke Denpasar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s