Bokap Datang ke Jogja dan Pergi ke Semarang Sesi 4

Semarang, 6 Juni 2014

Mbak Desi menceritakan kronologi kejadian Mas Johan meninggal.

Menjelang Magrib, ada 100 kue untuk bingkisan tahlilan. Saya, Mbak Ari, dan Mbak Desi bungkusin itu kue ke dalam tas kresek. Terus kami bersama-sama gelar tikar. Berturut-turut Bude Eko dateng, lanjut Mas Hang, terus Mas Gun yang dateng.

Waktu itu aku nemenin Dinda dan Naura nonton. Anak kecil kok nonton berita. Naura jawab, aku mau lihat berita ayah. #Masih belum mudeng.

Mas Hang cerita ke Mas Gun kalau masuk detik tv.#Awalnya saya pikir ngomongin kerjaan.

Saat Magrib, saya dan Bokap langsung permisi mau balik ke Jogja diantar oleh Mas Hang. Naura bilang Tante bunganya jangan lupa. Oh, iya. Tapi aku lupa ngambil bunganya, terus Naura ambilkan bunga tersebut dan memberikan ke aku. Di mobil, Mas Hang nunjukkin berita di tv mengenai meninggalnya Mas Jo melalui hape. Bokap ga tega melihatnya. Sampai JogloSemar Semarang, masih nunggu jam keberangkatan. Diajak Mas Hang makan disamping persis JogloSemar, lho tadi siang kok ga ada? Mas Hang ketawa, bukanya hanya malam saja. Mas Hang lalu pamitan untuk kembali mengikuti tahlilan Mas Jo.

Setengah 8 malam, aku tanya ke mbak2 petugas JogloSemar yang ke Semarang belum ya mbak? Mbaknya jawab, ini Semarang. Maksud saya yang ke Jogja. Tadi sudah saya panggil. Aku sama Bokap langsung jalan cepat ke luar cari bis menuju Jogja.

Kali ini berbentuk bis, snacknya juga sama seperti tadi siang berisi roti 1 dan air mineral gelas, dan tidak ada berhenti di pom bensin untuk ke toilet.

Iklan

One thought on “Bokap Datang ke Jogja dan Pergi ke Semarang Sesi 4

  1. Baca rangkuman kisah perjalanan ke Semarang untuk bertakziah kerumah orang tua uncle jo ( sapaan akrab Johan Polla ) membuat saya sedih karena kehilangan sosok teman, sahabat, rekan kerja yang begitu down to earth. Sering wisata kuliner bareng sehabis pulang kerja atau pas lagi jam istirahat sekaligus jadi ajang diskusi masalah kerjaan serta kehidupan. Banyak saran dan kritik yang beliau sampaikan yang membuat saya banyak belajar dari pengalaman beliau. Ingin suatu saat berziarah ke pusara peristirahatan terakhir beliau dimakamkan. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan serta anak beliau tegar menjadi anak yatim dalam usia yang sangat belia.

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s