Ujian HIMPSI

Yogyakarta, 19 Mei 2014

Hari ini jam 8 pagi ujian HIMPSI. Sudah prepare makanan buat penguji.

Bawa  2 tas gede isinya penuh semua dengan perlengkapan ujian mulai dari lepi, charger lepi, buku, dan data-data magang.

Saya datang terlambat kira-kira 10 sampai 15 menit. Mas Joko dan mbak-mbak itu sudah nyegat aku di atas tangga. Kok datang telat? Pengujinya sudah datang. Mas Joko langsung bilang snacknya bawa sini. Pak Maryono ga mau makan kalau snack itu dari mahasiswa. Ok, langsung aku kasih aja itu semua snack.

Saat duduk masih ngos-ngosan. Ibu Aan minta lihat KTM tapi aku dengarnya kartu undangan (ujian), sehingga Ibu Aan mengulang kembali kalimatnya, KTM.

Yang bikin sedikit panik adalah Pembimbing I sekaligus Penguji ujian HIMPSI tidak masuk dikarenakan sakit. Argh.

Alhamdulillah, bisa menjawab. Faktor amalan “usaha langit” dan “usaha bumi” yaitu belajar, ujianku sukses karena beberapa orang gagal saat ujian HIMPSI baik dari universitasku maupun universitas lain.

Ibu Aan bilang “kamu beruntung”, yang Defry itu khan yang sama sekali tidak diperiksa.

Iya, Bu. Saya lupa buka powerpoint itu.

Ibu Aan menanyakan ke aku kenapa datang terlambat sampai 2 kali pertanyaan. Akhirnya saya jawab aja, saya kesulitan bangun pagi.

Ibu Aan lalu bilang ntar gimana kalau gawe/kerja.

Cuma bisa diam.

Eh mas Joko cerita, Pak Sumaryono wajahnya asem banget. Sudah Bu Arin ga hadir karena sakit, Ibu Aan datang terlambat, kamu yang ujian datang terlambat.

Maaf, sudah kesulitan bangun pagi masih harus beli snack 3 kotak.

Mas Joko lalu bilang kalau cuma snack bisa aku bantu belikan.

Kenapa ga bilang dari kemarin, katanya itu diurus mahasiswa.

Untung Pak Sumaryono baik, dan kata Bu Aan untung keterlambatanmu ga dibahas sama Bapak.

Mas Joko bilang bukan masalah Pak Sumaryono baik, tapi itu kebiasaan buruk yang harus diubah. Ntar kamu jadi Psikolog Industri terus karyawanmu datang terlambat karena terlambat bangun, oh ya saya maklumi karena saya punya permasalahan yang sama. Dan ceramah “Subuh” yang panjang  dari Mas Joko, sehingga saya lupa isinya. Mbak-mbak Staf TU itu juga ngasih nasihat. Tahu ga aku berasa banget disayang sama orang-orang disekitarku. Perhatiannya. Terima kasih Ya Allah memberikan mereka yang selalu memberiku semangat, masukan, dan bantuan.

Wuih rasanya itu senang banget plus lega banget, akhirnya aku pulang-pulang langsung tidur karena capek banget rasanya. Keesokan harinya lanjut buang-buangin kertas dan merevisi laporan, ada empat laporan dari lima laporan yang ada, empat laporan tersebut revisinya harus diselesaikan dalam sebulan. Semoga bisa berhasil mendapatkan semua tanda tangan pada halaman pengesahan tepat pada waktunya. Aamiin.

Terima kasih banyak kepada semua pihak yang membantu.🙂

2 thoughts on “Ujian HIMPSI

  1. sukses slalu om…. saya jadi worry untuk ujian himpsi karena masih belum selesai revisi dan gak begitu paham teori2…

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s