Blacklist Toko Ini

Yogyakarta, 1 Februari 2014

Dekat kos saya ada beberapa toko.

Tadi saya ragu ingin bawa uang receh untuk beli mi instan. Lagi-lagi saya ragu masuk ke toko ini, karena dulu punya pengalaman beli mi instan juga, toko ini ga menyediakan uang kembalian dengan bilang ga ada uang 1000 atau 500 (sisa kembalian), saya lupa persisnya, terus ditawarkan dengan jualannya dia. Ntah permen atau apalah. Mungkin toko ini meniru salah satu mini market franchise di dekat kos saya, yang selalu bilang ga ada uang kembalian, sehingga diganti permen atau mi gelas sesuai jumlah sisa uang kembalian. Dulu sempet ada yang komplain keras secara langsung marah-marah ke kasirnya, saya ga butuh ini. Bahkan ada yang menulis di surat pembaca salah satu koran di Jogja. Saat ini mini market tersebut sudah menyediakan uang pecahan dan receh, tapi harga termasuk ukuran lebih mahal dibanding market yang ada di daerah sekitar dan masih ditawarkan pulsa dan sumbangan untuk apalah itu dari uang kembalian.

Sebenarnya toko ini jualannya termasuk sedikit.

Keraguan saya ternyata benar, lagi-lagi dibilang ga ada uang kembalian 1.000. Dalam hati kenapa ga nyoba cari uang kembalian? Ada keluarganya juga, tanyain kek. Ini main langsung nawarin jualannya dia. Saking sebalnya, saya jawab iya. Kesabaran saya habis, dibilang ga ada tas plastik kecil untuk bawa barang yang saya beli, dengan ketus saya jawab itu tas plastik gede aja.

Jadi pilihan pertama, saya tidak akan memilih toko ini untuk belanja di kemudian hari.

Pilihan kedua, bawa uang receh jadi penjualnya ga punya alasan lagi bilang ga ada uang kembalian dan untuk menawarkan barang jualan dia sebagai gantinya.

Pilihan ketiga, bawa tas sendiri kalau mau belanja ke sana biar seperti belanja di Carrefour. Jadi kalau lupa bawa tas, dengan terpaksa mau ga mau harus beli tas yang dijual Carrefour.

Tapi saya memilih untuk pilihan pertama. (Kecuali kalau terpaksa banget).

Persaingan bisnis/jualan semakin ketat, harusnya memberikan kepuasan pada pelanggan, bukan kemangkelan untuk pelanggan. Kecuali kalau bisnisnya, bisnis kuliner yang rasanya super enak dan ga ada saingan di lokasi tersebut, mungkin sangat bisa mengecewakan pelanggan dengan layanan yang kurang baik dan pelanggan tetap menjadi pelanggan yang loyal, namun ketika pesaing muncul dengan rasa yang minimal sama enaknya dan dengan pelayanan yang bagus, tentu pelanggan akan berpindah ke lain hati. Kalau produk yang dijual adalah “pasaran”, pelanggan punya banyak pilihan, dan bisa dengan mudah say good bye ke penjual yang pelayanannya jelek.

Iklan

2 thoughts on “Blacklist Toko Ini

  1. Banyak toko seperti ini, warung-warung kecil pun ikutan seperti itu. Sebenarnya mereka itu ada uang kembalian tapi mikirnya nanti gak ada uang kecil untuk pengembalian orang lain. Aku pernah tuh komplain kenapa tiap beli gak ada kembalian, kalau gitu aku pilih gak jadi beli saja. Harusnya kan dia yang berusaha cari kembalian ya

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s