Review Book : Sahaja Cinta

foto0155

Buku sahaja cinta mendapatkan pembatas buku. Ini cerita menurut saya untuk 21 tahun ke atas. Kalau dibaca oleh orang yang usianya dibawah 21 tahun, saya rasa membawa efek negatif. Ada sisi mendidiknya yaitu kesabaran dan pemaaf dari sosok pemeran utama. Kebanyakan pemeran lain karakternya jelek-jelek dan tidak pantas ditiru.  Di buku ini ada tulisan yang typo alias salah dalam penulisan kata dan beberapa kali ada salah dalam penulisan nama pemeran yang dimaksud, jadinya malah lucu ngobrol sama pemeran yang sudah meninggal. Haha, padahal ini bukan buku komedi.

Intinya sosok pemeran utama difitnah menghamili calon istrinya yang meninggal. Guru alim berubah mendapatkan image guru bejat. Terus orang berniat bunuh diri dan mencelakakan diri dan orang lain. Membuka paksa diary orang lain.

Saya ambil kalimat-kalimat yang saya suka pada buku ini, banyak banget kalimat motivasinya :

  • Riak kehidupan bersumber dari segala macam permasalahan. Maka tidak salah juga jika kita menyatakan bahwa hidup adalah rangkaian masalah dan karena masalah itu setiap kita akan bersikap. Sikap kita tentunya berbeda-beda. Ada yang seperti ranting kecil kering, saat terkena sedikit benturan pun teramat mudah untuk patah. Ada yang seperti lempeng baja, jika terus ditekan akhirnya melengkung jua. Ada yang seperti kapas, ketika tertiup angin dia akan melayang dan kembali mendarat dengan selamat. Dan ada juga yang seperti bola bekel, yang ketika dilemparkan maka akan memantul dengan hebatnya, memantul dan memantul lagi. Ya begitulah motivator mengibaratkan karakter orang dalam menghadapi permasalahan. Hidup memang rangkaian masalah, permasalahan itu membutuhkan penyikapan, dan karena penyikapan itu kita bernilai. Apakah akan bernilai baik dan menjadi teladan, atau bernilai buruk dan menjadi bahan gunjingan, cemoohan. Tapi, baik dan buruk tetap akan menjadi guru kehidupan, bagi mereka yang cerdas mengambil hikmah dalam setiap perjalanan kehidupan.
  • Menjadi manusia pembelajar, adalah menjadi manusia yang tak bosan belajar di universitas kehidupan. Tak pernah menyekat batasan pertemanan, karena semakin luas wawasan, maka semakin banyak hikmah dan pengetahuan. Tidak angkuh menjalani kehidupan, karena dengan itu dirinya bebas mendapat pembelajaran tanpa beban. Maka, jadilah gelas kosong yang bersih!

Kalimat yang saya bold dan warna merah itu saya tidak sepakat dengan penulis, karena bagi saya berteman itu perlu memilih. Dalam agama Islam pun juga ada beberapa firman Allah dan hadist yang menganjurkan untuk memilih dalam berteman. Tidak asal punya banyak teman.

  • Inilah ragam manusia, tidak bisa kita memaksakan agar semua orang menyukai kita, yang lebih mungkin adalah bagaimana kita bisa menyukai mereka.
  • Bola yang ditekan tadi akan melambung tinggi melewati permukaan air. Jadilah seperti bola tadi. Saat kita ditekan oleh beban permasalahan maka bersikaplah dengan bijak. Ambil penyikapan terbaik atas permasalahan tersebut. Permasalahan yang membebani kita kan menjadi energi positif sehingga kita mampu mencapai pencapaian yang jauh lebih baik. Jadi, berhati-hatilah, jangan sampai salah dalam menyikapi masalah. Terlebih sampai putus asa dan menyalahkan Tuhan. Tersenyumlah dan berbaik sangkalah pada Tuhan, karena Tuhan tidak akan menimpakan cobaan pada seseorang hamba di luar batas kemampuannya.
  • Manajer kedai adalah penanggung jawab jalannya operasional usaha kedai. Manajer kedai dipilih berdasarkan kapabilitasnya, kemampuan manajemen, kejujuran, dan kepemimpinannya.
  • Yakinkan dan jadikan diri kita hanya bisa tervibrasi oleh hal-hal positif di sekitar kita. Persilakan lewat saja hal-hal negatif yang hanya akan membuat kita mundur dan pudar. Be positive.
  • Lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih dan menentukan pendamping hidup. Jangan terlena oleh ketampanannya, jangan tergiur oleh kekayaannya, jangan terhipnotis oleh kepintarannya, jangan terpukau oleh nama besar keluarganya, tapi tergeraklah hati oleh keindahan akhlaknya.
  • Karena pengetahuan umum dan pengetahuan agama adalah penerang dalam menjalani kehidupan.
  • Membiasakan diri berbuat kebajikan agar lama berjaya di dunia.
  • Pengajar hanyalah bertugas untuk membuat murid-muridnya pintar dan menguasai pelajaran sekolah. Sementara pendidik tugasnya jauh lebih berat, dia harus mampu mendidik murid-muridnya agar memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
  • Kalau hal jelek itu mudah sekali tersebarnya, berbeda dengan hal baik.
  • Orang yang belum kenal dekat dengan X pasti akan menganggap beliau adalah seorang perempuan yang judes. Padahal sebenarnya bukan judes, melainkan memang tidak banyak bicara jika dianggapnya tidak penting. Hidupnya selalu saja efisien, ya seperti cara dia berbicara, cukup yang penting-penting saja.
  • Harus tetap optimis dan terus berikhtiar, tidak akan kalah sebelum berperang.
  • Layakkan diri. Layakkan diri untuk mendapatkan gaji lebih baik dan lebih baik lagi, layakkan diri untuk dapat posisi yang lebih baik dan jauh lebih baik lagi.
  • Orang yang pandai mengambil hikmah, itulah orang yang cerdas.
  • Kehidupan manusia itu penuh warna. Tinggal bagaimana manusia tersebut menyikapinya, dan semoga warna yang indah yang akan dominan dalam kehidupan kita.
  • Tidak mundur dan lari dari masalah. Kehidupan itu harus terus dijalani, dan setiap permasalahan yang muncul haruslah dihadapi, harus disikapi. Dan penyikapan kita itulah yang akan memunculkan nilai kita sebagai manusia.
  • Lelaki baik untuk peempuan baik. Percayalah, bahwa setiap diri kita telah memiliki jodoh masing-masing. Jangan terlalu berharap untuk mendapatkan yang terbaik padahal diri bukanlah yang terbaik. Perbaiki diri saja dengan baik, dan Allah akan menghadiahkan itu

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s