Review Cerpen Jerawat Cinta

dari mbak Fanny

dari mbak Fanny

Novel ini pemberian dari mbak Fanny (penulis cerpen ini). Saya dapatkan hadiah ini tahun 2011. 2011 adalah awal saya ngeblog dan diawal saya ngeblog, saya menemukan kuis dari mbak Fanny. Saya menjadi salah satu pemenangnya yang mendapatkan kumpulan cerpen ini.

Saya baru sempet menyelesaikan membaca cerpen ini di akhir bulan Oktober 2013.

Oke, saya mulai reviewnya ya.

Cerpen jerawat cinta ini merupakan self publishing. Kalau boleh jujur saya kurang suka dengan warn kertasnya, agak kuning. Bukan putih, jadi mengesankan buku ini adalah buku lama. Mungkin dikarenakan menghemat beaya yang akan dikeluarkan oleh pembeli, maka kertas yang digunakannya seperti itu.

Covernya lucu, gambar di belakang cover dibuat terbalik.

Cerpen ini terdiri dari 12 cerpen yang pernah dimuat di media cetak, lalu dikumpulkan dan menjadi sebuah buku.

Cerpen yang saya suka judulnya Miss Ring-Ring. Saya kutip ya isi ceritanya sebagian, bagian yang saya suka.

Seharusnya, kamu bisa tegas mutusin percakapan kalo Deby sudah terlalu lama nelpon. Kerjaanmu kan bukan hanya dengerin gosip-gosip nggak penting.

Itu dia masalahnya, kak. Sheila menggaruk ujung telinganya. Aku nggak tahu gimana ngomongnya. Lagian, nggak enak hati ah! Ntar Deby tersinggung.

Aduh, La! Kamu tuh selalu saja biang nggak enak hati. Tapi coba liat, gara-gara nggak enak hatimu yang over dosis, kamu jadi susah sendiri. Kamu harus bisa bilang TIDAK pada orang yang mengganggu privacy dan waktumu, dong! Kalo sibuk, bilang sibuk! Nggak ada waktu, bilang nggak ada waktu! Jangan biarkan miss ring-ring mengganggu hidupmu dengan orolan-obrolan nggak mutu.

Kakaknya Sheila disuruh bohong saat mengangkat telpon dari Deby. akaknya memberikan alasan yang sama terus-menerus.

Yaaa kak Fery gimana sih? Sheila manyun. Masa alasannya sakit lagi? Kreatif dikit dong! Kalo alasannya itu terus, lama-lama Deby curiga nih.

Aku bilang juga apa. Jangan pake cara NGIBUL. Nambahin dosa, tau! Bilang aja terus terang, lagi sibuk. Enggak bisa terima telpon dulu. Titik!

(Padahal, Sheila sendiri merasa nggak cocok-cocok amat bergaul dengan Deby. Tapi, lantaran Deby selalu ngedeketin dia, maka perasaan nggak enak hati mulai muncul.)

(Tapi mau sampai kapan? Kesabaran orang kan ada batasnya. Sudah saatnya Sheila berani bersikap tegas terhadap Deby.)

Yah, aku harus bisa ngomong terus terang. Harus tegas! Tekad Sheila akhirnya setelah bergumul dalam hati cukup lama.

Sheila memberanikan diri menolak telepon dari Deby.

Ternyata nggak susah bersikap tegas. Asal ada tekad yang kuat, pasti bisa. 

Yang tulisan warna pink itu dari buku cerpen jerawat cinta.

Terkadang kita punya perasaan ga enak hati untuk menyenangkan orang lain, walaupun diri kita sendiri yang susah.

2 thoughts on “Review Cerpen Jerawat Cinta

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s