Habis Senang, Terbitlah Bete

Yogyakarta, 26 Oktober 2013

Jam 12 an sms Bu Arin bilang ga jadi ketemu, males bok kalau harus ke ITC lantai 3 pula, khan kampusku ga ada liftnya atau tangga berjalan.

Setengah 1 an ke kampus ubek-ubek meja Bu Arin, laporan kelompokku ga ada.

Langsung ngadem ke kelas 209, sambil sms Bu Arin bilang Bu laporan saya kok ga ada. Lama ga ada balasan. Datenglah seorang cewek, biasalah aku basa-basi ala kadarnya, ternyata cewek tersebut asyik juga diajak ngobrol. Kita seumuran. Lalu dateng Ibu, kami bertiga kenalan. Oya dari omongan ala kadarnya tersebut, saya dapat info baru yaitu beberapa nama perusahaan di Jogja yang bisa saya jadikan objek penelitian tesis saya.

Sudah sampai kos, Bu Arin sms, saya masih di ITC, baru selesai jam 4 sore.

Ya sudah Bu, senin aja saya ambil.

Oke.

Kurang dari jam 4an, Bu Arin sms, laporannya sudah saya taruh di meja. Besok kalau ngumpul laporan, jangan pakai kertas bekas, malas saya periksanya. Aku balas aja, yang organisasi sudah pakai kertas baru Bu.

Dandan menuju Akber Jogja. Mampir dulu ke kampus ambil laporan. Melihat ruang Dosen belum ditutup. Naik tangga, eh melihat Bu Arin. Bu Arin ambilkan laporan di mejanya. Besok jangan pakai kertas gitu. Yang organisasi sudah kertas baru Bu. Ya, harusnya gitu.

Ngeloyor pergi tanpa pamitan, lupa soalnya sudah telat jamnya menuju Akber Jogja kelas Publish Your Writing. Yang ngajar adalah salah satu editor Bentang Pustaka.

Ini kelasnya

Ini kelasnya

Aku dapet buku gratis

Aku dapet buku gratis

Kuperbesar ya gambarnya

Kuperbesar ya gambarnya

Awalnya hanya foto bertiga, namun aku risih kalau cuma bertiga, dan aku cewek sendiri. Akhirnya aku tariklah guru akber kali ini.

Hadiah buku ini titipan dari Bentang Pustaka

Hadiah buku ini titipan dari Bentang Pustaka

Hadiah buku yang aku dapatkan

Hadiah buku yang aku dapatkan

Tanda tangan Dewi Lestari dan editor Bentang Pustaka, mbak Nadia

Tanda tangan Dewi Lestari dan editor Bentang Pustaka, mbak Nadia

Foto bersama guru

Foto bersama guru

Kuperbesar lagi ya

Kuperbesar lagi ya

Setelah sampai kos, aku ngecek harga buku rectoverso di gramedia online. Harganya lumayan bo 69 ribu, dan aku mendapatkan hadiah buku yang harganya paling mahal diantara yang lain. Asyik, alhamdulillah.

Yang bikin bete aku pesan makanan dibawa pulang di Kedai Teh Lare Solo Yogyakarta. Nasi cumi dan samosa. Tahu apa yang kudapatkan sampai kos. Nasi cuminya ada udang, mungkin cuminya sudah habis kali ya?! Terus diganti udang, walaupun ada cuminya sedikit. Samosaku juga ga ada di kos, berarti ga dimasukkin atau belum jadi sama mbak waitressnya. Rugi 7400. Walaupun aku tadi dapet tas karton, berarti harga tas kartonku sama dengan 7400 donk. Hahaha. Mana sejak kapan Kedai teh lare solo yogyakarta ada tukang parkirnya ya? Ya sudahlah anggap saja, sedekahku kurang. Kalau kata ayah bukan sedekahnya yang kurang, akunya yang kurang teliti dalam menerima barang, jadi harus introspeksi. Kalau kakakku ketawa hehehe.

Kalau balik lagi ke Kedai teh lare solo yogyakarta, bisa tekor dua kali lipat. Bensin antara itu kedai dengan kosku lumayan jauh dan mesti bayar tukang parkir. Dan tahu sendiri donk, kemarin itu malam minggu mesti macet, jadi keburu aku kejebak macet, mending buru-buru pulang ke kos. Sukseslah aku kelaparan semalaman karena aku mana kenyang makan nasi cumi yang porsinya sedikit. Ikhlas Cahya, ikhlas. Anggap aja sedekah untuk yang makan itu samosa, dan kamu menahan nafsu makan alias diet. Katanya pengen langsing.

#Kalau boleh saya jujur, ini kelas akber yang paling nyaman untuk saya. Ntah kenapa 2 kali kelas sebelumnya saya ikutan kelas akber selalu kebagian yang muridnya banyak, hampir 60 orang atau 60 orang. Di tempat yang sempit, dan orang berseliweran, jadinya sumpek, bingung posisi duduknya. Pertama kelas presentation skill dan kedua sosial media marketing dari mas hermas puspito (orang entrepreneur camp juga sepertinya).

Lihat khan sampai pada lesehan saking penuhnya, kurang terjalin keakraban

Lihat khan sampai pada lesehan saking penuhnya

Jadi kalau penuh gitu, setelah kelas selesai aku pasti buru-buru cap cus dari lokasi. Di samping kananku persis itu Dini Mawut (alumni Ecamp) juga.

Iklan

One thought on “Habis Senang, Terbitlah Bete

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s