Ujian Internal Babak Pertama

Yogyakarta, 9 Oktober 2013

Senangnya akhirnya saya bisa maju ujian internal untuk PKP magang laporan organisasi dan laporan kelompok, sebelum maju ujian HIMPSI. InsyaAllah minggu depan maju ujian internal 3 laporan individu. Semoga ga ada halangan dalam melakukan revisi sehingga cepat maju untuk ujian HIMPSI. Perjuangan satu tahunan, terbayar sudah, capek, sakit hati, uang, tenaga, dan mental.

Sebelum berangkat ke kampus, seperti biasa beli kue untuk para penguji. Aku ingin juga beliin kue untuk 2 staf TU yang sering aku recoki melalui sms untuk memenuhi keperluanku karena malas datang ke kampus kalau hanya untuk urusan laporan bla bla, lebih simpel melalui sms, dan lebih cepat. Walaupun, pulsa mereka juga ikut berkurang.

Ada kejadian lucu waktu salah satu staf TU mas A, utak-utik proyektor, tiba-tiba lampu proyektornya mati. Bingunglah dia. Mukanya pucat, ntar aku carikan atau pinjam proyektor lain. Mas A pergi, aku coba utak-utik, ternyata lampu proyektornya nyala, aku telpon mas A, mas lampu proyektornya sudah nyala. Lalu mas A datang ke ruanganku ujian. Kok bisa? Ga tahu, tadi restart laptop terus proyektornya nyala lagi. Mas A bilang tapi ini proyektor bukan laptop. Cieh yang ketakutan proyektornya rusak (aku ledekin). Bukannya takut, tapi ngurusnya pengadaan itu ribet dan lama.

Permasalahan belum selesai sampai disitu, layar proyektor dengan laptopku masih belum sinkron. Jadi presentasiku itu slide-nya hanya tampil setengah di layar. Jeng jeng… dan dosen pembimbing sekaligus dosen pengujiku sudah hadir, langsung nyerocos Bu ini gimana kok layarnya begini. Dosenku ini tipikal ceplas ceplos nyelekit kalau ngomong, walaupun kadang maksudnya baik. Dosenku bantuin utak-utik laptopku, coba-coba. Lagian laptopnya canggih, orangnya ga paham #Dosenku bilangin aku. Iya, saya gaptek. Untungnya bisa juga, Dosenku jago euy.

Sambil nunggu Dosen penguji satunya, ngobrol-ngobrol, mulai acara yang ada di background laptopku, dan ngomongin laptop-laptop yang ada plus harganya. Dosen cerita punya ipad, ga ngerti caranya, saya sich yang ga ngerti, alatnya canggih. Ibunya sich gaptek. Dosenku bilang bales. Ngekek aja dech. Dosenku ini beda umurnya dengan saya hanya 5 tahun, dan pembawaannya kayak teman bukan Dosen. Tapi tetap berusaha hormat.

One thought on “Ujian Internal Babak Pertama

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s