Konflik

Kita sering bermasalah dengan orang-orang di lingkungan terdekat kita. Tetapi, solusinya sangat mungkin justru ada ditangan kita. Kalaulah penyebab masalah itu tidak bisa kita kendalikan, kita sendiri yang harus mengubah diri, pikiran, perasaan, harapan, dan perspektif atau cara pandang kita agar tidak kecewa terus menerus.

Pada contoh pertama, melakukan hal positif yang memberdayakan dirinya (empowering herself), mempunyai otonomi diri yang lebih baik karena mempunyai uang dan perasaan tak berdayanya terkikis. Contoh kedua, gagal keluar dari kerangka berpikir bahwa ia harus membalas dendam kepada orang yang menyakitinya.

Berpikir panjang, memakai antisipasi yang cerdas, ia akan meredam rasa marah. Lalu, misalnya, menggantinya dengan menunjukkan kebesaran hati untuk melayani orang yang telah menyakitinya dengan baik. Orang yang telah menyakiti pun akan berpikir, kalau kita mampu berdiri sendiri tanpa dia, menjadi respect, dan kembali baik ke kita.

Capeklah, kalau menyalahkan lingkungan pergaulan atau kemiskinan.

#Nasihat dari salah seorang Psikolog terkenal di Indonesia.

One thought on “Konflik

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s