Penyerahan di Kelurahan GH dan Pantai Depok

Yogyakarta, 4 Juni 2013

Hai Hai, janjian ketemu di Kampus dengan Kiki jam 9 menuju Kelurahan GH, padahal saya ga inget dengan persis itu lokasi kantor GHnya.

Saya melihat adik-adik kelas, seperti biasa modal Sok Kenal Sok Dekat kembali kugunakan.

Cahya : “Komunitas ya?”

Adik kelas (yang sepertinya usianya lebih tua dari aku) : “Iya.”

Cahya : “Barengan donk, aku ga tahu lokasinya.”

Adik kelas : “Ayo, mbak,”

Cahya : “Tapi temanku belum datang, sudah kusms tapi ga dibalaas.”

Adik kelas : “Ditelepon mbak temannya.”

Langsung kutelepon tapi ga diangkat-angkat itu teleponku, sambil melihat arah jalan yang akan dilalui motor, berharap Kiki segera muncul dihadapanku. Ga lama kemudian muncullah Kiki, langsung bilang “Ki, langsung cabut.”

Aku segera ambil motorku dan kita berenam langsung menuju Kelurahan GH.

Ketemu teman-teman banyak banget, gabung dengan anak klinis, eh ketemu Indah juga (anak S1 yang dulu pernah satu kos bareng) biasa langsung menanyakan kos-an. haha.

Ibu Eli (Dosen Pembimbing Komunitas) bilang gini “ini Sari ya?”

“Iya, Bu.”

“Pangling, soalnya kerudungnya dimodelin, hijab style.”

Tersenyum #dalam hati berkata ini model yang paling sederhana banget, agak dimodelin tapi tetap menutupi dada.

Setelah kelar urusan penyerahan di Kelurahan GH, kami punya ide menuju Pantai Depok, shock, kenapa yang ikut anak industrinya cuma saya dengan Kiki?

“Yang lain kemana, Ki?”

“Hilang, mbak.”

Foto-foto, patungan bayar makan, habis 33 ribu per orang, itu udah dapet nasi, kerang hijau, kerang biasa, minum es kelapa muda yang benar-benar kelapa (bukan pakai gelas), cumi, udang, dan ikan bawal 3, serta sambal. Itu untuk 12 orang. Tapi beli ikannya sendiri di pasar ikannya Pantai Depok, biar dapat harganya lebih murah. Bayar tiket masuknya 4.000 per orang dan beaya parkir 2.000.

Huhuhu, mungkin ini salah satu pengalaman ga enak ke Pantai Depok! Tahu apa? Motorku bannya BOCOR, tepat di orang-orang pada ngumpul mendadak kempes total, langsung kudorong motorku, orang-orang yang ngumpul itu menunjuk tambal ban motor yang lokasinya deket banget dengan banku bocor.

Sambil menunggu ban motorku ditambal, 4 adik kelas (anak klinis) putar balik untuk nemenin aku nambal ban, dateng-dateng langsung bilang kena paku ya mbak bannya. Aku bilang ga tahu. Cuma kalau lihat acara berita yang di Trans TV dulu khan para penambal ban pada nyebarin paku, dan kebetulan banku mendadak bocor di dekat lokasi tambal ban.

Aku bilang ke adik kelas “Ga usah ditemenin, aku ga enak.” (sampai dua kali)

4 Adik kelas pun juga ngotot mau nemenin, mereka bilang ga apa-apa mbak, kita berangkat bareng, pulang juga harus bareng. Sisanya yang lain sudah melaju terlebih dahulu. (Mungkin karena melihat aku bener-bener ngerasa ga enak, akhirnya mereka mutusin untuk shalat Ashar di Masjid persis di depan lokasiku nambal ban. Ya sudah, kalau kayak gitu kuizinkan. Jadi aku ga perlu merasa tidak enak.

Bayar nambal ban di sana beayanya 6 ribu rupiah.

Terima kasih ya adik-adik klinis, sudah mau nemenin nungguin nambal ban motorku.

Iklan

2 thoughts on “Penyerahan di Kelurahan GH dan Pantai Depok

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s