Terima Kasih Mama, I Love You, Muah

Yogyakarta, 18 Januari 2013

Hari Jumat kakakku sms disuruh mama biar aku nonton salah satu acara di tv, lalu aku balas kalau aku lagi sakit. Minggu mama nelfon seperti biasa nyuruh aku nonton acara Mario Teguh Golden Ways, aku bilang ke mama, Sari sudah lama ga nonton acara itu soalnya sekarang gambarnya jelek plus suaranya ga jelas, kresek-kresek jadinya malas nonton. Mama bilang di sini (rumah Denpasar) juga, tapi tetap disetel, terus disuruh ke Dokter.

Yogyakarta, 21 Januari 2013

Eh Seninnya Ibu Kos dateng ke kamar bawa paket, aku baca sekilas tulisannya adalah hijab, rada kaget, karena baru-baru ini aku ngirimin perlengkapan hijab ke orang apa balik lagi? Apa orangnya ga mau terima karena hijab yang kukasih kurang bagus? Maklum masih kurang enak badan, terus ngecek dari luar, paketannya rapi, ga seperti yang aku bungkus. Baca alamat yang dituju Sarry Cahya, makin kacau aduh bener dah balik lagi ini barang, baca pengirim ternyata dari mama.

Gokil abis, mamaku emang keren banget kasih sayangnya, aku kirim berita lewat sms kalau aku sakit itu hari Jumat malam berarti malam itu juga mama nyiapin isi paketan untuk dikirim hari Sabtu dan hari Seninnya sampai. Isinya? Seperti biasa, peralatan kebutuhan sehari-hari tapi kali ini berasa  berharga sekali untuk memperpanjang hidup di kondisi akhir bulan dan masa sakit yang lemes kalau kemana-mana.

Ada mi instan, sabun mandi, sabun cuci, kerudung keren plus cantik biar anaknya yang cantik ini makin eksis hehehe, kaos kaki tapi kayak sepatu, kebutuhan untuk bisnisku, dan segala macam obat-obatan termasuk koyo kaki untuk mengeluarkan racun yang harganya lumayan mahal harga het 25 ribu.

Mama tahu kebiasaanku kalau sakit flu males kemana-mana, termasuk males makan, yang justru membuat kesehatanku semakin drop makanya mama paketin mi instan, beras, gula, teh, dan kecap jadi bisa buat sendiri/masak sendiri sehingga ga perlu keluar kos, aye…

Love You, Ma. Terima Kasih, Ma. Mama dan Ayah adalah hartaku yang paling berharga setelah Iman kepada Allah dan Islam, segala perjuanganku saat ini menahan segala macam rasa “sakit” dan “kesenangan” hanya untuk melihat senyum bahagia dan bangga dari kalian, yang akan terus kuperjuangkan untuk memenuhi ambisi kita di dunia dan akhirat. Semoga terwujud, aamiin.

2 thoughts on “Terima Kasih Mama, I Love You, Muah

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s