Happy Idul Adha di Semarang

Sebenarnya tanggal 20 Oktober 2012, salah satu Budeku yang dari Semarang dateng ke kos tapi hanya sekitar 15 menit pertemuan kami karena Bude harus segera balik ke Semarang diantar Pak Sopir.

Yogyakarta, Kamis, 25 Oktober 2012

Malem harinya sama sekali ga tidur dikarenakan mau puasa Arafah, takut ga bisa bangun sahur sehingga mendingan begadang sampai Subuh, sahur, adzan Subuh terdengar, langsung shalat Subuh dan tidooooor.

Bangun tidur jam 9 lewat dikit, langsung baca sms, ada sms dari mama dan ayah. Sms dari mama bunyinya kalau mau silaturahim keluarga mending ke Semarangnya sekarang, ada sepupuku yang dari Jakarta mudik ke Semarang, keponakanku yang kuliah di UGM juga ke Semarang, sahabatnya keponakanku yang kuliah di UNDIP juga nginep di rumah, pacarnya keponakanku yang kuliah di UI juga kebetulan mudik ke Semarang jadi ketemuannya pada di Semarang. Bunyi sms dari ayah, telpon Bude P, tadi bude P nelfon ke Bali katanya nelfon hapenya Sari ga diangkat.

Langsung isi pulsa 10 ribu untuk nelfon Bude P, disuruh ke Semarang. Langsung dech mandi, jemur pakaian, packing pakaian terbaik, mukena, peralatan mandi, handuk, dan yang terpenting make-up (hahaha).

Sampai terminal Jombor jam 2 saya nyari bis pada penuh (ya iyalah soalnya mendadak banget sich mau ke Semarang, jelas yang lain juga pada mudik), akhirnya kenalan dengan seorang cewek (seumuran) yang kebetulan dengan tujuan bis yang sama Semarang, akhirnya kami dapet tiket bis ke Semarang, duduk disamping Pak Sopir #nyanyi alias duduk di bangku tambahan, ya sudahlah daripada makin lama nunggunya. Sampai rumah Bude P, sekitar jam 8an malem, sun-sunan sama sodara, naruh barang, mandi lalu shalat, untung ditawarin makan malem soalnya aku buka cuma pakai gorengan satu sama minum, mana kenyang.

Semarang, 26 Oktober 2012

Shalat id Idul Adha deket rumah Bude P, berangkat bareng Bude P, sepupu, keponakan dan sahabat keponakan yang namanya Bimo. Sudah bawa uang recehan banyak banget dari Yogya untuk ngasih kalau shalat id, eh ternyata beda dengan di Yogya (tempatku biasa shalat id) yaitu anak kecil bawa kain nah anak kecil itu ngiterin jamaah yang mau ngasih duit, tahunya di sini kotakan digeser, haduh untung bawa dompet, ga mungkin aku masukin recehan sebanyak ini, pasti lama.

Habis shalat id pergi makan soto naik mobil Bimo (Avanza), ketemu Bude E, mbak H, mas H, dan Sasti. Kena diejek Bude P, Sari ini mandi paling dulu tapi terakhir selesainya, dandannya lama pwoooll, (hahaha). Pas makan soto ditanya mbak H untuk ultahnya Sasti mau makan apa? Es buah sepupuku jawab gitu, aku bilang kambing, mbak H bilang ga ada kambing, khan Idul Adha, Bude E bilang ga tahu kamu di sini, kambingnya dikasihkan semua. (Maklum anak kos jarang makan kambing, dikosku anak kos dapet jatah kambing alias dianggap kaum duafa)

Pulang ke rumah langsung potong red velvet, serius enak banget red velvetnya, saya doyan, ga peduli dengan dietku yang sudah turun 5 kg.

Lalu saya ngobrol dengan sepupu dan anaknya serta Bimo, keponakan bilang kosanku kalah dah (padahal kosnya keponakan di Yogya sudah pake AC), emang fasilitas di kosnya Bimo apa aja? bla-bla-bla. Itu berapa? 1, 2 juta. Per bulan? Iya, tante. #Langsung nelen ludah. Bayar kosnya aja segitu, Bimo naik mobil, terus beaya hidupnya per bulan habis berapa??? Beaya hidup di Semarang itu lebih mahal dibanding di Yogya.

Siangnya sampai malem saya ke mall Paragon, seperti mall Amplaz di Yogya hanya lebih besar, dan barangnya keren-keren, stylenya juga asyik-asyik remajanya. Sepupu saya reunian di Paragon, saya keliling-keliling Paragonlah.

Malemnya keponakan saya ngenalin pacarnya dan ibunya, lucu ngelihatnya, gaya anak pacaran masih unyu-unyu, haha. Pacarnya keponakan pamitan ke aku, salaman, manggil Mbak (dalam hati aku Tantenya pacarmu!)

Semarang, 27 Oktober 2012

Paginya bikin abon untuk dibawa pulang ke Yogya.

Makan siang di B29, Kota Lama, depan gereja, spesialisasi kambing, maknyos dech rasa dan harganya. Nasi seukuran mangkok kecil harganya 5 ribu, waduh kalau di Yogya segini harganya seribu itupun  sudah kelas tempat makan yang punya nama, kalau warung seribu bisa 2-3 kali ukuran itu. Seporsi rata-rata harga lauknya 20 ribu atau 40 ribu, tapi beneran dech rasanya enak pisan. Yang paling mengejutkan itu, saat pesan es jeruk karena saya ga kelihatan harga es jeruknya, pas pindah tempat duduk baru kelihatan harga es jeruknya 9 ribu, langsung saya ngomong es jeruk apaan ini harganya 9 ribu??? (Karena kalau di Yogya harga es jeruk itu hampir sama dengan harga es teh, ga beda jauh). Di Yogya es jeruk itu 1500, paling mahal 3500, itupun es jeruk nipis, terus keponakan saya bilang iya warnanya putih, rasanya gula, aku langsung iyakan omongannya. Ternyata es jeruknya recommended minuman dech, warnanya kayak minuman sachet jeruk tapi lebih cerah dan rasanya jeruk banget, enak banget, wajarlah harganya 9 ribu. Pas makan itu juga keponakan saya keceplosan manggil saya Mbak, sepupuku yang merupakan ibunya langsung menegur, lalu saya bilang kemarin pacarmu juga manggil aku Mbak padahal aku khan Tantemu.

Pulang naik taxi bareng keponakan, tapi keponakan turun di Paragon, waduh ternyata temen sepupuku itu manggil taxinya yang ga pake argo alias tarif seenak jidatnya dewe, arrrghhh. Awalnya keponakan disuruh ibunya duduk disamping Pak Sopir tapi sepertinya keponakan saya kepengen duduk disamping Tantenya.

Malemnya…aku buru-buru mandi (kalau mandi aku harus lebih dulu karena aku mandi itu lama), dari ruang tamu ada yang manggil Saribiiiin, sudah paham itu pasti mas G, iya, keluar kamar mandi, mas G bilang lama sekali mandinya? Iya, kata Bude P ini sama seperti Eyang Kakung (kakek kami) kalau mandi lama. Bentar ya mau shalat dulu, ga salaman soalnya sudah wudhu, keluar dari kamar langsung mas G kaget, haha, kenapa? karena aku tampil modis, cantik make-up, dan wangi habis mandi serta parfum. (Banyak komplen yang kudapat kalau penampilanku itu terlalu sederhana baik keluarga maupun teman). Pas aku ketawa, sepupu-sepupu bilang ketawanya persis mamaku, ketawa lepas bahagia.

Setelah siap, langsung capcus ke rumah mas H, ngerayain ultah Sasti, ada banyak makanan, Thifa sakit minta pulang terus jadi mas G-mbak P-Thifa-Daffa dan dua baby sitter pulang lebih dulu, ga sempet makan-makan, tapi harus sempet foto-foto bareng, yeah.

Eh ternyata lauknya ada soup yang dikasih daging kambing dan ada rendang, asyik hari ini dari pagi sampai malem makan kambing mulu, bener-bener berasa Idul Adhanya dah, diet? sudah lupa tuch. Oh ya selain aku yang bikin pangling karena tampil cantik, ada istrinya sepupuku yang bener-bener bikin pangling. Kenapa? Mbak A berhasil diet, dalam waktu 8 bulan berat badannya turun 20 kg, dari 85 kg menjadi 65 kg. Anaknya yang juga keponakanku juga berat badannya ikutan kurus. Saat ditanya resep kurusnya apa? Ga makan nasi dan ngurangin gorengan, gubrakkkk. Kue tartnya Sasti rainbow fruit cake.

Semarang, 28 Oktober 2012

Mbak D dan keponakanku balik ke kota masing-masing, sepupuku ke Jakarta, keponakanku ke Yogya, aku pulangnya besok aja dech ke Yogya. Malemnya Bude P kedatangan anak yang mau kos di rumahnya.

Semarang, 29 Oktober 2012

Siap-siap balik ke Yogya, sebelumnya ambil uang pensiun Bude P, ketemu Pak M ngambil uang pensiun juga, ngobrol bentar kapan dateng? Ini kemarin yang di ulang tahun Sasti paling pojok ya? Pasti Pak M sudah lihat fotonya. Di taxi, saya nanya Bude canggung ga ketemu dengan Pak M? Ga, biasa aja, ketemu istrinya juga biasa, itu tadi sudah lihat fotonya ya soalnya tahu kamu baju kuning. Sepertinya iya, Bude. Mampir bentar beli teri balado dan abon untuk keponakanku. Pamitan dengan Bude di taxi, nunggu bis menuju Sukun, eh pas naik bis, sepatuku lepas, langsung turun mendadak aku, kernetnya bilang jangan turun mendadak, sepatu saya copot, ambil sepatu, naik bis, make sepatunya di bis, diketawain orang-orang yang ada di bis. Pas turun sepertinya kernet dan sopirnya tahu aku ga terbiasa naik bis dengan buru-buru gitu, apalagi dengan bawaan banyak serta Sukun itu menuju luar kota sehingga pas aku turun bisnya jalannya pelan sekali. Yach lagi-lagi dapet bis di bangku tambahan, dan lagi-lagi disampingku kakek-kakek, mana badan kakek itu besar dan cara duduknya ngabisin kursiku, sampai sopir bis dan yang dampingi Pak Sopir memperingatkan Si Kakek untuk geseran dikit duduknya, sampai dua kali diperingatin. Alhamdulillah di Magelang sudah ada penumpang yang turun sehingga aku pindah tempat duduk, ga di kursi tambahan, Alhamdulillah. Perjalanan dari Semarang ke Yogya, aku nahan pipis, sampai terminal Jombor tentu tujuan pertamaku toilet.

Dari Semarang bawa lumpia Semarang; wingko yang ada rasa pisang raja, coklat, original, nangka, dan menurutku rasanya yang paling enak pisang raja makanya isinya cuma dua biji itu yang rasa pisang raja, mangga, dan abon yang kubuat.

Yogyakarta, 31 Oktober 2012

Nganterin teri balado dan abon ke kos keponakan di Gejayan, yang bukain sepertinya pemilik kos.

Saya : #Basa-basi awal. “Ada A?”

Pemilik kos : “Ada, ini siapanya A? Temennya?”

Saya : “Bukan, saya Tantenya.”

Pemilik kos : #Ekspresi kaget. “Tunggu sebentar ya, saya panggilkan.”

Haha, aku dikira temennya keponakanku.

3 thoughts on “Happy Idul Adha di Semarang

  1. Saya jadi teringat saat berdiri di bis dari nJombor sampai Magelang, gara2 sudah sore dan akhir pekan pula…
    =====================
    Kalau Wingko paling enak Wingkonya Dyriana. Tapi agak mahal…
    Harga makanan di Semarang jauh lebih mahal dibanding Jogja.
    Apalagi di Kantin Paragon. Larange polll…

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s