Impian Cahya

Ada yang punya Dream Book? Yaitu buku yang bertuliskan tangan kita mengenai impian-impian kita yang kadang disertai gambar-gambar impian kita, ntah gambar Kakbah, rumah, mobil, atau yang lainnya.

Saya belum punya Dream Book tapi saya memiliki KERTAS IMPIAN, yang disana tertulis ketikan saya di komputer yang terus saya prin dan saya baca setelah shalat dan dzikir, kertasnya sebanyak 7 lembar kertas HVS, sedangkan gambarnya saya pajang di sekitar saya.

Sewaktu dulu saya tidak pernah terpikir memiliki Dream Book atau Kertas Impian, impan saya hanya saya ucapkan di dalam doa saja setelah shalat, dan impian itu bertahap dan berubah sesuai dengan apa yang kuimpikan.

Contoh :

  • Saat saya kelas 6 SD saya berdoa ke Allah setelah selesai shalat kalau saya ingin masuk Pesantren, namun ayah tidak mengizinkan karena saya masih kecil jadi tidak boleh pisah dari orang tua, tunggu saya gedean dikit baru boleh pisah dengan orang tua. Lalu saya mengubah doa saya menjadi ingin masuk SMP Negeri. Dan terkabul.
  • Saat saya kelas 3 SMP, saya kembali berdoa kalau saya ingin masuk ke SMUN 7 Denpasar. Dan Terkabul.
  • Saat kuliah akhirnya saya bisa kuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiah, walaupun tidak sesuai impian saya yaitu Pesantren tapi setidaknya di kampusku ini saya mengetahui kalau berhijab (Gamis, kaos kaki, dan kerudung) itu wajib bagi perempuan Islam dan telah tertuang didalam Al Qur’an, informasi ini pun saya bagi ke mama kalau perempuan Islam itu memakai hijab itu wajib, dan awalnya mama ga percaya. Dan sedikit terkabul.
  • Di usia saya 20 tahun, saya pun berdoa kalau ingin ke Mekkah di usia muda. Ayah sempet bilang ayah aja baru bisa ke sana usia 60 tahun atau ngomong Aamiin dengan nada meledek. Dan terkabul, saya bisa ke Mekkah di usia 23 tahun, gratis, bukan beaya dari orang tua, dengan cara yang menakjubkan yang membuatku bisa berkata kalau Allah mau, Kun Fayakun. Yess doaku terkabul lagi, walaupun bukan menunaikan Haji tapi Umroh, setidaknya sesuai dengan doa saya, saya ingin ke Mekkah diusia muda.
  • Waktu saya SD, saya pernah bermimpi kalau orang tua saya meninggal saat kebakaran, dan saya ceritakan ke mbak saya, katanya mbak saya untuk menenangkan saya biasanya kalau mimpi orang tersebut meninggal malah panjang umur, sejak saat itu saya selalu berdoa agar orang tua saya diberikan kesehatan dan panjang umur. Dan terkabul, saat saya mengetik postingan ini usia orang tua saya 66 tahun dan mau 66 tahun, usianya panjang khan serta masih sehat. Buat saya pribadi, harta terbesar saya setelah nikmat iman dan Islam (Allah) adalah orang tua saya, bukan karena saat ini saya masih tergantung keuangan ke beliau, sekalipun suatu saat nanti saya sudah menjadi orang kaya, nilai orang tua saya lebih besar daripada kekayaan yang saya miliki, ingin sekali bahagiain mereka.
  • Dan impian yang terkabul lainnya seperti bisa kuliah s2, saat kelas 3 SMA bisa keterima di jurusan IPA, bisa lulus kuliah s1, bisa punya IP di atas 3,25.

Dulu itu semua hanya impian dan saat ini telah kuraih. Namanya manusia selalu ada keinginan-keinginan baru yang akan terus ada, yang menjadi impian barunya.

Dan impian saya saat ini yang masih dalam proses (usaha) dan doa adalah seperti yang tertera di header blog saya yaitu CAHYA SEORANG PSIKOLOG, ISTRI, IBU, PENGUSAHA, PENULIS, MILIARDER. AAMIIN. CAHYA TERLAHIR MENJADI PEMENANG, TIDAK PERNAH TERPIKIR UNTUK MENJADI PECUNDANG. Yach kira-kira itu sebagian kecil dari impian saya, tentu saja impian terbesar saya adalah masuk surga, tidak kena siksa kubur, terhindar dari siksa api neraka, dan jangan sampai kena fitnah Dajjal.

Jadi saat postingan ini saya buat, saya belum menjadi PSIKOLOG, ISTRI, IBU, PENGUSAHA, PENULIS, MILIARDER. Kenapa saya tulis di header blog, Cahya seorang …? Yach begitulah cara menulis Dream Book, bukan Saya akan atau saya ingin menjadi, tetapi saya memiliki atau saya seorang, merasakan seolah-olah sudah menjadi Psikolog, istri, ibu, pengusaha, penulis, miliarder. Kenapa saya tulis di header blog? Biar jadi doa bagi saya, pembaca blog saya kisaran 200-300an pengunjung per hari jadi diantara ratusan yang membaca header tersebut mendoakan impian saya, saya tidak pernah tahu doa siapa yang dikabulkan oleh Allah, doa saya atau doa orang yang mendoakan saya :).

Ayo buat impian Anda di atas kertas atau buku, dan teruslah berusaha meraih impian Anda, pantang menyerah. Semua orang ingin sukses, kaya, bahagia dan masuk surga, tentu saja akan ada “harga” yang harus dibayar untuk mendapatkannya.

Cahya Baroto

Cahya Baroto

“Selamat Datang di Blog saya ^.^ Blog Pribadinya : *CAHYA BAROTO* Blog yang berisi pengalaman pribadi saya & sedikit ilmu yang saya ketahui, saya share dengan senang hati πŸ˜€ Semoga bisa diambil “pelajarannya” dan bisa bermanfaat bagi semua orang yang bersedia meluangkan waktu membaca blog saya, ENJOY πŸ™‚ “

Iklan

23 thoughts on “Impian Cahya

  1. Luar biasa….. Kayaknya ane harus ngikuti jejak mbak buat bikin Paper Dream sebagai penganti Dream Book.. Sukses selalu buat kita semua dan semoga apa yang mbak inginkan segera dipermudah dari Sang Maha Pemberi segalanya…. dan menjadi SEORANG PSIKOLOG, ISTRI, IBU, PENGUSAHA, PENULIS, MILIARDER. AAMIIN.

    *SaHaTaGo [Salam Hangat Tanpa Gosong] Pojok Bumi Kali Bayem-Jogja

  2. bener juga ya,
    ga ada salahnya membangun mimpi, berdoa, dan berusaha untuk mewujudkannya
    artikel dan pengalaman mbasis di dalamnya memberikan semangat bagi saya yang terus berusaha menjadi seorang penulis ini..hehe

  3. Banyak pakar yang mengatakan bahwa impian layak diwujudkan dengan kerja keras dan berdoa.
    Sebenarnya sudah ada yang segera diwujudkan yaitu menjadi penulis.
    Kumpulkan artikel2 yang bagus, poles/edit lalu terbitkan menjadi uku.
    Saya sedang melakukannya
    Salam sayang selalu

  4. Setuju mba… cita-cita lebih enak kalau ditulis aja., nanti kalau kita melihat lain kali jadi seru sendiri, apalagi kalau cita-cita itu kemudian terkabul… wuihh.. semriwing πŸ˜€

  5. Ehem… selamat siang kakanda… Sekedar mau konfirmasi blog kakanda terpilih di CAPek-Ma Berbagi, Segera Konfirmasi via inbox Fb atau sms ke no 0896 2207 6364, Terima Kasih…

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s