Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Di kontes ini saya ingin bercerita pengalaman pribadi tentang tawuran. Oh tenang-tenang bukan saya yang ikut tawuran, cuma pernah berada dalam posisi di sekitar sekelompok manusia yang sedang melakukan tawuran.

Pengalaman pertama : Saat saya SMU, sekolah saya terletak dengan banyak sekolah yang lokasinya berdekat-dekatan. Jadi waktu itu ada pertandingan karate untuk wilayah X, sekolah saya sebagai juara 1, dan sekolah yang kalah sebagai juara 2 yang kebetulan bertetanggaan dengan sekolah kami merasa jurinya telah berbuat curang sehingga teman kami yang bertanding ditampar, dan kami sebagai teman-temannya hanya diam saja. Berita tersebut ketahuan oleh Kepala Sekolah kami yang kebetulan “keras” sehingga beliau berkata melihat teman kalian dipukul kok diam saja, lawan!!! Tidak tahu kelanjutannya bagaimana pokoknya sekolah kami diserang dengan lemparan batu yang mengarah ke sekolah kami sehingga pihak sekolah meminta bantuan Kepolisian untuk mengamankan sekolah kami, ya secara Polda X letaknya berdekatan dengan sekolah kami.

Pengalaman kedua : Waktu berangkat menuju ke arah jalan AMS, deket jembatan masih ramai motor berlalu lalang tapi mau pulang ke kos, jalan yang ada jembatan itu ramai sekali dengan kendaraan berhenti.

Teman : “Ada apa ya?”

Saya : “Tidak tahu, kecelakaan mungkin?”

Teman : “Atau orang bunuh diri?”

Saya : “Hah? Bunuh diri terjun di jembatan, sinetron banget.”

Teman saya mengambil inisiatif dengan bertanya ke anak kecil yang ikutan nonton.

Teman : “Ada apa dik?”

Anak kecil : “Tawuran, mbak.”

Terus kami melihat polisi menciduk anak-anak yang tawuran dan saya melihat salah satunya menggunakan pakaian sekolah SLTP.

Teman : “Mau jadi apa itu gedenya nanti, masih kecil kayak gitu (tawuran)!” #dengan nada mencibir

Pengalaman ketiga : Waktu saya magang sebagai konsultan psikologi di sebuah futsal yang terkenal, ada seorang staf yang bertanya ke saya : “Mbak, gimana caranya menanggulangi tawuran saat sparing karena di sini beberapa kali tawuran, mecahin botol, bawa alat-alat senjata tajam? Yang kalah tidak terima, nyerang.”

Dari tiga pengalaman tersebut saya menyimpulkan cara mencegah dan menanggulangi tawuran :

  1. Ajarkan anak dari kecil untuk menerima kekalahan/kegagalan dengan lapang dada karena dalam sebuah kompetisi pasti selalu ada yang menang dan kalah, sehingga kalau kalah tidak terjadi menghina atau mengajak berkelahi dengan yang menang, yang membuat pemenang bisa tersinggung.
  2. Hati-hati akan selalu ada “provokator” yang memancing emosi dengan berkata : lawan, ah tidak solider/setia kawan, ah hubungan interpersonalmu buruk, ah tidak gaul/kurang pergaulan, dasar cupu (culun punya), atau tidak gentle (jantan/laki), tidak dewasa (kekanak-kanakan), egois cuma mementingkan kepentingan diri sendiri, dan sebagainya. Saran saya abaikan omongannya, tidak usah ditanggapi, memang tujuan dari omongan tersebut agar perilaku dan pikiran Anda berubah sesuai yang diinginkannya yaitu ikut tawuran.
  3. Ajari anak sedari kecil dengan memilih-milih teman bergaul agar terhindar dari pengaruh jelek yang akan merusak pribadinya. Hadis Nabi Muhammad Saw. dalam bergaul diibaratkan seperti berteman dengan penunggu tungku besi (tukang besi), dan penjual minyak wangi. Bergaul dengan penjaga tungku besi akan berbau asap yang merusak hidung dan kerongkongan. Sedangkan bila seseorang bergaul dengan penjual minyak wangi, ia akan ikut menghirup wanginya minyak tersebut, walaupun bukan pemiliknya. Wajib berhati-hati dalam pergaulan sebab teman bergaul sangat menentukan sifat dan akhlak seseorang. Jangan bergaul dengan teman yang memiliki sikap kriminal, bukan memutuskan silaturahim, tetapi “menjaga jarak”. Kita manusia bukan ikan, yang rasa ikan tidak ikut asin walaupun berada di air laut yang rasanya asin. Tetapi manusia seperti bunglon mengikuti lingkungan, lingkungan kita akan menularkan sikap, kebiasaan, nilai, dan keyakinan kepada kita. Jadi sekali lagi pilih lingkungan yang baik.
  4. Biasakan dari kecil menanyakan ke anak kegiatannya hari tersebut, dengan memposisikan menjadi teman, bukan orang tua, dan tidak dengan menyalahkan sehingga anak berani bercerita dengan jujur. Didik anak kalau mendapat tindakan kekerasan dari teman baik verbal maupun fisik segera lapor ke guru sekolah, tapi kalau ada oknum guru yang melakukan kekerasan verbal maupun fisik cerita ke orang tua agar orang tua segera mengambil tindakan yang terbaik untuk anak.
  5. Saat mau masuk ke lokasi baik lokasi futsal atau sekolah dibuat ada seorang satpam untuk memeriksa isi tas yang mau masuk ke lokasi, apabila ada senjata tajam yang dibawa singkirkan atau satpam melaporkan kepada pihak yang berwajib (Polisi). Lebih bagus lagi kalau ada alat yang seperti di Mall atau bandara yaitu untuk orangnya akan melewati Walk Through Metal Detector, buat jaga-jaga kalau senjata tajamnya disembunyikan ditubuhnya.
  6. Pihak sekolah menyediakan ekstrakurikuler semacam tinju, karate, beladiri, dan semacamnya untuk pelampiasan anak yang terlalu emosional dan terlalu aktif, tapi harus berani dan sportif dengan satu lawan satu, bukan keroyokan dengan menggunakan senjata tajam sehingga bisa membunuh lawan.
  7. Ajak anak untuk memperbaiki diri dan memantaskan diri dengan meningkatkan ibadah sesuai Agama masing-masing, dengan iman yang semakin baik insyaAllah perilaku dan perkataan akan semakin baik.

4 thoughts on “Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

    • iya mbak selain memilih teman bergaul, penting juga untuk memilih apa yang ditonton, apa yang dibaca, dan apa yang didengar. Terutama sinetron remaja terkadang ada yang berantem2an sedangkan pemain sinetronnya adalah idolanya biasanya mengimitasi perilaku idolanya.

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s