Cerita ke Bengkel

Yogyakarta, 20 September 2012

Tadi ke bengkel niat ganti shock breaker Suzuki Shogun 110 CC Silver aku yang katanya waktu pas servis dulu diberitahu kalau shock breaker aku bocor dan akinya lemah padahal sudah disetrum, eh aku baru tahu kalau shock breaker satunya rusak itu harus diganti keduanya, alamak untung bawa uang lebih, padahal satu shock breakernya harga 190 ribu mesti dikali 2 ditambah uang jasa 15 ribu, belum ditambah uang aki yang ratusan ribu.

Aku kasih tahu ya kalau shock breakernya rusak atau bocor itu kalau untuk nyetir rasanya ga enak bener, miring-miring gitu jadinya. Kalau akinya lemah itu jadi ga bisa untuk starter tangan, dan sama mbak counternya juga disaranin untuk ganti karet tromolnya oleh mas mekaniknya, untung karet tromolnya itu cuma 20 ribu termasuk jasa masanginnya. Karet tromol itu kata ayahku untuk kalau ngerem pake rem tangan, upsss ketahuan deh aku lebih suka pake ngerem tangan dibanding kaki, soalnya kalau pakai kaki rada lama berhentinya, maklum kadang kalau nyetir suka agak kenceng.

Motorku sudah enak dipakai lagi, langsung deh ayah ngasih ceramah, kalau sudah enak tetep ga boleh ngebut-ngebut kalau nyetir, upss kok ya tahu padahal sudah lain kota juga, emang sich pulang dari bengkel menuju kos aku nyetirnya rada kenceng dibanding pas berangkat soalnya pas berangkat khan aku mesti jaga keseimbangan biar motorku ga miring-miring, ntar aku jatuh.

Dan satu lagi aku baru tahu yang namanya shock breaker itu kayak gini :

shock breaker

shock breaker

karet tromol

karet tromol

Kalau aki, aku rasa sudah pada tahu semua ya bentuknya, apalagi laki-laki. Jadi ga kumunculin deh gambarnya. Asli lho, aki dan dua shock breaker itu berat kalau dibawa, yang ringan cuma karet tromol aja.

Kata ayah, ngapain yang lama kamu bawa pulang, khan mending buat sana, bisa bermanfaat. Kataku, bermanfaat juga kok buatku, aku khan jadi tahu bentuknya shock breaker, karet tromol, dan beratnya, karena sudah melihat, memegang, dan merasakan sendiri bentuknya, beratnya. Tinggal dibuang ke tong sampah, berharap ada pemulung yang ngambil lalu bisa dijual sama pemulungnya itu jadi pemulungnya dapat rezeki nomplok dech :).

Lalala #nyanyi, dapet ilmu baru nich aku, asyik. 😀

Iklan

2 thoughts on “Cerita ke Bengkel

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s