Walk The Talk

Walk the talk, jalan sambil bicara? Bukan-bukan seperti itu pengertiannya. Walk the talk adalah melakukan tindakan sesuai dengan yang telah diucapkannya, jadi walk the talk itu lawannya NATO = No Action Talk Only (Ga ada tindakan hanya bicara) alias omdo=omong doang atau omong tok.

Contoh :

  1. Ngatain gendut eh dirinya sendiri gendut, pake nyuruh-nyuruh olahraga sana.
  2. Ngatain orang item eh dirinya sendiri item, nyuruh-nyuruh pake luluran sana biar putih kulitnya.
  3. Orangnya rajin ngaret saat janjian, saat pertama kali dateng ontime dan teman janjiannya datang terlambat eh ngatain ga tahu diri.
  4. Sering menghina, dibalas hinaan sekali langsung memberi nasihat jangan menghina dengan panjang lebar plus dengan muka kesel dan nada marah pula.
  5. Sering bolos/ga hadir eh giliran orang lain bolos sekali langsung ngedumel panjang lebar
  6. Saya sedikit kecewa orang Indonesia banyak berobat di luar negeri tapi tidak di Indonesia saja, eh ga lama kemudian ngajak istrinya berobat di luar negeri
  7. Jangan ikut kepancing ngomongin orang eh saat tertentu dia yang paling heboh ngomongin orang.
  8. Dan contoh-contoh yang lainnya.

Pernah ngalamin ketemu dengan orang seperti itu? Dicuekkin aja omongannya, ga usah ditanggepin/diladenin bikin capek aja, anggap aja orang tersebut lagi khilaf (berbaik sangka aja). Makanya ada yang pernah bilang ke saya : ambil kebaikan tak harus lihat orang, dan jangan lihat SIAPA yang menyampaikan tapi lihat APA yang disampaikannya.

Jadi inget salah satu dosen saya pernah bilang HRD itu harus dateng ontime agar saat nyuruh karyawannya, karyawan ada perasaan bersalah dan menyadari kelakuannya salah bukannya malah dibelakang HRD bilang halah situ juga ga ontime pake nyuruh-nyuruh kita ontime, Dasar NATO pake marah-marah, cuma namanya karyawan/bawahan/orang susah yach mungkin ga berani bicara atau ga enakkan ke atasannya/HRD. Jadi mesti berhati-hati dalam bicara agar yang kita bicarakan sesuai dengan tindakan kita. Introspeksi dan evaluasi diri lagi agar perkataan kita tidak akan menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Iklan

One thought on “Walk The Talk

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s