Kehidupan Manusia Seperti Jagung

Benih jagung saat ditanam harus ditutup dengan tanah agar tidak dimakan burung atau ayam karena ditutup tanah membuat jagung tumbuh dan akhirnya panen jagung, yang jagungnya bisa dimakan atau dijual sehingga menghasilkan.

Hidup seperti benih jagung yang ditutup tanah, suatu saat manusia akan bertumbuh dan berkembang sehingga bisa menghasilkan. Jadilah manusia dengan bibit yang baik, bertahan, bersabar atas segala kesulitan yang datang sehingga saatnya tiba manusia bisa menghasilkan sesuatu yang baik.

Jagung yang ditanam harus disiram dan diberi pupuk. Seperti itulah hidup manusia dari kecil, saat telah sukses, dan selama nafas masih berhembus harus disiram dan diberi pupuk. Sirami kehidupan dengan ayat-ayat dari Allah agar selalu tumbuh menjadi manusia yang baik dan rendahkan hati saat menuntut ilmu karena ilmu seperti air yang datang menghampiri ke tempat yang lebih rendah sehingga manusia akan dapat banyak referensi ilmu dari mana saja, tapi jangan menjalani kehidupan mengalir seperti air karena yang mengalir seperti air hanya kotoran (mati), ikan (hidup) saja berani melawan arus air.

Pupuk kehidupan dengan cara bersahabat dan bergaul bersama orang-orang yang taqwa dan baik. Perlakukan orang-orang seperti memperlakukan dirimu sendiri (contoh : kalau kamu ga suka dicubit orang, makanya jangan suka nyubit orang!). Ada pupuk yang terbuat dari kotoran hewan namanya pupuk kandang yang baunya tidak wangi tapi itu sangat berguna untuk menyuburkan tanah sehingga benih jagung dapat tumbuh. Nanti manusia akan bertemu dengan teman atau orang yang mengkritik frontal, menghina, menjatuhkan, memfitnah, dan menyakiti, anggap itu seperti pupuk kandang yang ga wangi tapi dapat membuat manusia belajar dari teman atau orang seperti itu agar jangan meniru perilaku tersebut.

Manusia harus menjadi benih unggul yang tidak boleh lupa disiram dan dipupuk agar menghasilkan manusia yang berkualitas tinggi.

Terima kasih untuk orang tua Cahya, Cahya adalah benih yang ditanam mama dan ayah. Semoga Cahya bisa menghasilkan sesuai dengan harapan mama dan ayah. Aamiin.

4 thoughts on “Kehidupan Manusia Seperti Jagung

  1. Ternyata mengalir seperti air itu kurang baik jg ya, karena dapat diibaratkan dgn benda mati yg tidak dapat bereaksi untuk suatu perubahan yg lebih baik.😀
    Salam hangat!

    • Iya, saya diberitahu oleh salah satu orang tapi saya lupa siapa yang beritahu saya. Kalau mama saya cuma mengajarkan hidup jangan seperti air mengalir, air itu mengalirnya selalu ke bawah, jadi hidup harus berusaha keras dan berdoa keras🙂

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s