Calon Suami Idaman

Di suatu lokasi food court di salah satu mall. Kisah ini hanya fiktif  belaka.

Cahya : “Hai mas, kerja dimana nich?”

C0w0k Eksekutif Muda : “Saya cuma Manager di … (perusahaan ternama), itu perusahaan milik orang tua saya, saya anak tunggal jadi akan nerusin perusahaan tersebut dan menjadi owner disitu”.

Cahya : “Dulu kuliah dimana mas?”

Cowok Eksekutif Muda : “Saya setelah lulus SD sekolah di Amerika sampai S2, ada rencana juga nich pengen ambil S3 di Jerman.”

Cahya : “(WOW, kaum jetset nich #ngomong dalam hati) Tinggal dimana?”

C0w0k Eksekutif Muda: “daerah Renon”

Cahya : “(WOW lagi, perumahan elite tuch) Mesti bagus rumahnya?”

C0w0k Eksekutif Muda : “Biasa aja, cuma ada kolam renangnya, ada perpustakaan pribadi, sama kebon binatang mini.”

Cahya : “Punya mobil apa aja?”

C0w0k Eksekutif Muda : “Ada Jaguar, Mercy, BMW, Alphard, sama Harley Davidson”

Cahya : “(Calon suami idaman nich) Sudah punya istri?”

C0w0k Eksekutif Muda : “Belum”

Cahya : “Masak belum punya sich? Kalau pacar punya ga?”

Cowok Eksekutif Muda : “Saya kepengennya pacaran setelah nikah aja, yang halal-halal aja, takut buat dosa.”

Cahya : (#Makin kagum dengan nich cowok) “Ada rokok atau korek?” #Cara halus untuk mengetahui ini cowok merokok atau ga.

C0w0k Eksekutif Muda : “Ga ada, maaf saya ga ngerokok, rokok ga bagus buat kesehatan tubuh dan kesehatan dompet (keuangan maksudnya)”

Cahya : “(Hore, aku bebas dari asap rokok kalau jadi nikah ama nich cowok #pede) Suka minuman keras ga?”

C0w0k Eksekutif Muda: “Ga, ngerusak kesehatan tubuh sama kesehatan dompet”

Cahya : “Kalau judi suka ga?”

C0w0k Eksekutif Muda: “Ga, buang-buang duit aja, mending buat unit usaha baru, atau buka cabang perusahaan ortu saya.”

Cahya : “(Wah pemikirannya mengagumkan sekali) Kalau dugem gimana, suka ga?”

C0w0k Eksekutif Muda : “Oh nooooo, mending saya pake tidur lalu tengah malemnya bangun untuk shalat tahajud”

Cahya : “Sudah pernah Umroh mas?”

C0w0k Eksekutif Muda : “Umroh hampir setiap tahun saya lakukan, kalau naik haji baru sekali.”

Cahya : “(Alhamdulillah kalau dapat ni cowok jadi suami saya) Kekurangan mas yang perlu diperbaiki apa mas?” (Hadoh, kebiasaan jadi calon psikolog gini dah, emang saya sedang rekrutmen calon karyawan apa?! Habis nanya kelebihannya lalu nanya kekurangannya apa? Woiiii inget ini bukan sedang cari calon karyawan tapi calon suami idaman #tersadar)

C0w0k Eksekutif Muda : “Kekurangan saya yang ingin saya ubah itu kalau saya bicara.”

Cahya : (#Bingung, emang kenapa dengan bicaranya? Kayaknya normal-normal aja tuch) “Kenapa emangnya?”

Cowok Eksekutif Muda : “Saya itu suka omong doang, NATO gitu (No Action Talk Only) sama kalau ngomong jarang jujur.”

😆

Note to My Self (NtMS) :

  1. Cintailah seseorang karena kenyamanan dan ketulusan yang ia beri padamu. Karena itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.
  2. Carilah suami yang bisa menjadi “imam” dikeluargaku, ciri utamanya dia tak akan pernah ngajak maksiat sebelum nikah.
  3. Cari suami itu yang bertanggungjawab dunia akhirat, bukan yang sering ngajak maksiat.
  4. Dan lain-lain.🙂

One thought on “Calon Suami Idaman

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s