Kebaikan dan Keburukan Itu Mutlak Adanya

Baru-baru ini saya sempet diajak debat kusir sama seorang teman pria (hanya teman, bukan pacar) bagaimana menentukan sesuatu itu buruk atau baik.

Saya : “Sudah ditulis didalam Al Qur’an.” (saat manusia sudah akhil balig tentu manusia tersebut sudah mengetahui dan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Karena akhil balig (menstruasi pertama kali untuk perempuan, dan mimpi basah pertama kali untuk laki-laki=saya kurang tahu apakah laki-laki bakal mengalami mimpi basah berkali-kali atau hanya satu kali saja) itu menandakan sudah dewasa, bukan anak kecil lagi yang harus diberitahu orang tuanya ini dosa nak, ini salah nak, bla bla, mereka sudah bisa membedakan benar dan salah atau baik dan buruk. Hanya saja terkadang demi kesenangan pribadi atau kebutuhan/kepentingan pribadi sehingga terlupakan atau mencari-cari alasan untuk mendukung perilaku salahnya.

Teman : “Dalam shalat, saat berdiri tangannya berbeda-beda.”

Saya : “Ya, karena cara shalat tidak ditulis didalam Al Qur’an tapi didalam Hadist.” (sepemahaman saya)

Teman : “Di Matematika saja ada 0 mutlak, jadi ga ada yang bener-bener mutlak.” (Maksudnya teman saya ga ada yang bener-bener salah atau bener-bener benar)

Debat kusir berlanjut…yang saya rasa tidak pantas dituliskan disini, saat debat kusir terlalu jauh saya memilih diam untuk menghindari pembicaraan terus berlanjut, yang ga ada hasilnya menurut saya.

Dan kemarin saya nemuin artikel bagus di salah satu narablog dan saya sudah meminta izin untuk copy paste (sebenarnya ini ayat Allah, jadi ga perlu juga minta izin ke manusia).

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya, dan Barang siapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” [Q.S. Al Zalzalah : 7,8]

Dari Ibnu Abbas r.a, dari Rasulullah SAW sebagaimana Beliau riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi : Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut : Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan.

Kalimat yang berwarna pink menunjukkan kebaikan dan keburukan itu mutlak adanya. Dan Agama Islam ternyata tidak bisa disamakan dengan Matematika (pelajaran/ilmu yang dibuat oleh manusia).

Saat melakukan keburukan memang catatan amal kita berdosa tapi perlu diingat Allah Maha Pemaaf  jadi sangat mungkin dosa-dosa kita diampuni Allah.

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s