Impian Versus Masalah

Impian anak-anak (yang muda) selalu besar, orang dewasalah (yang tua) yang seringkali mengecilkan dengan alasan realistis, padahal realitanya adalah Allah Maha Besar.

Allah Maha Besar

Allah Maha Besar

Ya Allah… masalah saya besar (doa yang salah)

diganti yuk kalimatnya

Hai masalah, saya punya Allah Yang Maha Besar

6 thoughts on “Impian Versus Masalah

    • Maaf sepertinya Anda salah persepsi, justru postingan ini menunjukkan kalau masalah itu kecil karena saya punya Allah Yang Maha Besar.

      Tapi kalau saya sebagai psikolog tentu tidak akan boleh bilang ke klien saya, oh masalahmu itu kecil, banyak yang masalahnya lebih besar dari kamu, karena tiap individu itu memiliki kepribadian yang berbeda, tidak bisa disamakan individu yang satu dengan yang lainnya.

  1. Allah yang maha besar. betul juga Tiffa kita jangan membuat klien jadinya makin terpuruk ya. dia sudah mau mengakui punya masalah dan butuh bantuan tentunya harus dibantu. tiap orang berbeda cara mengatasi masalahnya

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s