Menyeleksi Teman di Facebook

Sudah baca postinganku yang Memilih “Input” yang Baik? Sekarang saya mulai tidak hanya omong kosong doang tapi mulai belajar actionnya! Actionnya adalah dengan belajar memilih tayangan televisi yang ada kisah mendidiknya baik motivasi dan agama. Menghindari lagu-lagu cengeng. Menghindari mengeluh. Menghindari orang-orang yang mengajak dan menganggap biasa ke jalan “setan”.

Kalimat yang saya beri tanda merah, mungkin kalau di dunia nyata tidak bisa sepenuhnya saya menghindar karena faktor-faktor kepentingan umum maupun pribadi. Ingat ya bukan memutuskan silaturahim tapi menghindar kalau diajak hal-hal yang tidak baik.

Baca 2 komentator yang GA BERANI nunjukkin jati diri dan menganggap pamer kemesraan di depan publik adalah hal wajar dan saya disuruh tinggal di hutan karena kita makhluk sosial jadi harus menerima/melihat orang peluk-pelukkan/cium-ciuman/sayang-sayangan berupa tulisan dengan lawan jenis yang belum sah dan halal, membuat saya introspeksi diri lagi. Yang ada justru kalau Anda makhluk sosial tidak mungkin Anda mengganggu penglihatan orang lain khan!! Sebelum jadi makhluk sosial, tepatnya saya menjadi makhluk ciptaan Allah, dan dalam taraf usaha terus memperbaiki diri menjadi hamba Allah. Ini bumi Allah, bukan bumi milik makhluk sosial!!!

Kalau di twitter saya bisa memilih siapa yang mau saya following tanpa harus memfollow back akun twitter yang timelinenya ga sesuai dengan saya.

Kalau di blog saya juga bisa memilih blog yang menurut saya bisa diambil manfaatnya baik dari pengalaman pribadi, info, maupun lelucon yang pintar, dan agama.

Dulu saya pernah mempunyai teman facebook lebih dari 500, lalu saya seleksi dengan meremove ratusan orang menjadi 300an orang yang saya kenal di dunia nyata menjadi teman facebook, teman yang di dunia nyata yang saya tahu kualitasnya baik. Dan seperti biasa, selalu ada yang ngeadd untuk menjadi teman facebook sehingga saya ga enak hati untuk tidak mengapprovenya,, dan lagi-lagi jumlahnya 500an. Saya menduga 2 komentator tersebut berasal dari facebook saya karena saya pajang tautan postingan saya di blog, dengan reaksi komen yang cepat.

Yach, hari ini saya kembali mulai menyeleksi teman-teman saya di facebook, yang tidak saya kenal sama sekali. Saya berhak memilih input yang baik. Karena kalau di facebook sekali kita mengapprove berarti kita akan lihat terus status-status yang dia buat, yang terkadang statusnya tidak sesuai dengan saya.

Saya jadi paham dengan beberapa teman yang sangat selektif dalam memilih teman di facebook yang hanya dia kenal saja, walaupun berarti teman di facebook dia sedikit. Dia tidak asal approve maupun add. Semoga saya kelak jangan sampai ga enak hati lagi sehingga asal approve yang ngeadd akun facebook saya.

Tapi saya pernah punya beberapa kenalan yang memang saya kenal di facebook, dia baik. Ga semua teman dunia maya itu jelek, masih ada yang baik, masih ada yang asyik, makanya selektif dalam memilih teman dunia maya aja.

Iklan

14 thoughts on “Menyeleksi Teman di Facebook

  1. hohoho.. kalo temen Oyen cuman seratusan… karena isinya cuman temen ngaji, temen se me a, temen blogger ma sodara… jadi yang gak kenal gak bakal Oyen conpirm dan add.. getooo 😛

    • saya masih belajar kayak gitu, mbak. Kadang yang ga enak saat temen dunia nyata ngeadd tp isinya status/fotonya tdk sesuai dg sy, sdh ngeremove, eh di add lg.

  2. keputusan yang tepat, memang prinsip bebas mencari teman, bergaul…dan banyak teman bagus….dengan siapa pun…..tapi kalau mudah terpengaruh lebih baik membatasi.
    kecuali kalau kita punya daya pengaruh kuat untuk mempengaruhi teman …kejalan positif tentunya

  3. aku sih setuju dgn pendapat kamu,,aku jg banyak tmn di facebook tp yg aq kenal cuma sbagiannya aja,,yg lain ga kenal,,tp krn niat mw cr teman,,ya akhirnya tmn2 yg add,smua aq confirm hehee

    • Sy bbrp kali jg asal main approve, niatnya berteman sm siapa saja tanpa pilih-pilih teman tp akhirnya sy merasa terganggu jg.

  4. Kebetulan, beberapa waktu terakhir ini saya meng-unfriend cukup banyak orang dari jajaran friend saya. 😀
    Pas saya buka2 kembali jajaran teman2 saya, saya heran, kok bisa ada orang yang namanya aja saya gak kenal. Saya lihat fotonya, saya gak ingat sama sekali pernah bertemu dg orang ini. Entah yang saya yg lupa atau gimana. Tapi yg pasti, akhirnya saya mulai meng-unfriend orang yang saya pikir tidak terlalu dekat dg saya. 🙂

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s