Menebar Kebaikan Itu Tidak Mudah Sama Sekali

Saya jadi inget dua kejadian baru-baru ini. Saran Buat Pendidik (Guru, Dosen, dan Orang Tua) dari Tiffa Episode 1, waktu itu ada seorang dosen marah ke saya karena saya tidak belajar, saya tersinggung, tapi kalau dipikir-pikir maksud dosen tersebut baik banget kok, cuma memang caranya ngasih tahunya yang keras.

Kejadian kedua. Kampus saya itu terutama di lingkungan s1 ketat sekali aturannya, Kampus saya, kampus muslim, menggunakan aturan Islam yang ketat, terutama di s1. Aturan ga boleh boncengan laki-perempuan, kadang duduk cowok dan cewek harus dipisah, ga boleh merokok, ga boleh pake aksesoris untuk laki, ga boleh rambut gondrong kalau laki, yang cewek wajib pake kerudung (buat yang Islam) dan ga boleh pake baju transparan atau pakaian ketat.

Saya lupa dengan aturan itu, ya saya yang salah, saya pake legging ke kampus, sukseslah saya dimarahin oleh … “Kamu ga malu pake legging, saya aja malu ngelihatnya, kelihatan lekuk tubuhnya”. Awalnya saya marah, legging-legging saya, urusan saya donk pake legging. Tapi saya terus berpikir dengan omongan tersebut dan mengakui “Ya, saya ga punya malu”. Aturan dalam Islam membuka aurat (tidak pake kerudung sama dengan telanjang) begitu juga menggunakan pakaian ketat atau transparan sama dengan telanjang. Oya, celana jeans juga ga boleh di kampus. Tajam, menyayat, tapi memang benar apa yang diomongkan.  Saya ga punya rasa malu sehingga saya pamer aurat saya, mak jleb rasanya, langsung kepingin menutup aurat lagi secara benar. Saya masih Islam, belum muslim. Karena kalau muslim mengikuti apa aturan Allah secara benar. Untuk Ibu itu makasih ya sudah diingatkan dengan tajam, serius saya berterima kasih.

Mario Teguh yang pernah mendapat hinaan seperti ini “Hidup itu tidak semudah kata-kata Mario Teguh.” Mario bilang yang intinya dinasihatin demi kebaikan tapi malah tidak mau membaik.

Atau Ippho Right Santosa, yang pernah dapat balasan tweet dari seseorang “Kasihan kamu bla bla”. Dan Ippho membalas, “Saya tidak butuh rasa kasihan Anda”.

Saya jadi inget dengan kata mama saya, “Hebat ya Nabi Muhammad dengan segala cercaan, makian, fitnah, mau dibunuh orang tapi masih tetap baik, bahkan mendoakan yang berbuat jahat ke beliau. Kita cobaannya baru segini, dimaki orang baru segini, sudah ga suka.” Memang Nabi Muhammad pantas dijadikan idola.

Saya juga teringat dengan kata Ippho Right Santosa : Nabi Muhammad yang mulia aja dihina orang yang hina, apalagi cuma kita yang memang hina”.

Menebar kebaikan memang tidak mudah. Yach sama-sama belajar, sama-sama saling introspeksi diri, sama-sama memperbaiki diri, sama-sama memantaskan diri ke yang lebih baik.

6 thoughts on “Menebar Kebaikan Itu Tidak Mudah Sama Sekali

  1. Dari semua sisi kehidupan ini ada sisi pro dan sisi kontra
    semuanya diciptakan untuk menjadi tolak ukur, pengingat dan penyeimbang
    apabila lebih banyak yang pro tentu butuh sesuatu yang kontra untuk mengingatkan dan menyeimbangkan…
    Yang sabar ya Mbak..
    sukses dan selalu berkarya🙂

    • iya, dipassword tulisan2 yg tajam biar ga ada yg tersinggung jdnya malah ga berkah utk diri saya, walaupun niatnya baik mengingatkan, hanya saja ada 2 oknum yg melakukan perilaku sesuai postingan tsb shg merasa terhina dg memberi komen menghina tp dg data diri yg ga jelas dan lengkap. Saya males ngeladenin orang/sesuatu yg ga jelas.

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s