Bangkitlah Indonesia dengan Sedekah

Tulisan ini sebenarnya saya tulis atas bentuk untuk “pengingat” diri sendiri serta suatu kemirisan saya tentang gaya hidup beberapa orang yang ada di Indonesia tepatnya yang di sekitar lingkungan saya termasuk saya dan yang disorot media baik media cetak atau televisi.

Saya pernah membaca di Majalah Islam gratisan sebagai hadiah kalau sedekah di sana yang isi dari salah satu artikelnya seperti ini “Seandainya orang Islam di Indonesia mau bersedekah 2,5 % dari hasil kekayaannya, tidak akan ada orang miskin di Indonesia.”

Kata sedekah, saya ganti dengan kata berbagi  di artikel ini.

Berbagi sedikitnya memiliki 5 manfaat :

  1. Membuat orang lain senang dan pemberi akan disenangi orang
  2. Mengundang datangnya rezeki bagi pemberi, bahkan berlipat-lipat
  3. Menolak bala/musibah
  4. Menyembuhkan penyakit
  5. Memanjangkan umur

Sudah lihat manfaatnya berbagi? Masih tidak mau berbagi penghasilan ke orang yang kurang mampu?

Diharapkan dengan semakin banyak orang di Indonesia yang lebih peduli terhadap kaum dhuafa yang ada di Indonesia, Indonesia bisa bangkit dari segala masalah yang ada yaitu utang terhadap luar negeri. Menolak musibah yang akan datang seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, pesawat jatuh, kapal terbakar, kebakaran, dan lain-lain, bukannya setelah musibah datang baru berbondong-bondong untuk berbagi.

Cara berbagi bisa dilakukan dengan berbagai macam, contohnya adalah :

  1. Lemari pakaian Anda penuh? Pilih dan seleksi pakaian yang kurang Anda suka tapi masih layak pakai, kumpulkan pakaian tersebut, lalu Anda berikan ke orang yang kira-kira bajunya sudah robek atau compang-camping di jalan.
  2. Lemari buku Anda sudah penuh? Pilih dan seleksi buku yang kurang Anda suka atau sudah pernah dibaca, kumpulkan buku tersebut dan Anda pergi ke perpustakaan yang ada di kampung-kampung untuk menyerahkan buku tersebut sehingga buku-buku itu bisa dimanfaatkan lebih banyak orang dan bisa mencerdaskan anak Indonesia.
  3. Anda tidak rela buku diserahkan ke orang lain? Bukalah perpustakaan mini di rumah Anda, izinkan orang-orang di sekitar rumah Anda membaca buku di tempat.
  4. Punya rezeki lebih berupa uang? Ini lebih baik lagi, Anda bisa membelikan beberapa makanan dan Anda bagikan ke pemulung, tukang becak, tukang sampah, tukang parkir, pembersih jalanan, penjual koran di jalan, dan semacamnya.
  5. Punya rezeki berlimpah berupa uang? Ini sangat baik, Anda bisa berikan ke orang-orang yang membutuhkan atau meminjamkan/memberikan modal usaha ke orang yang tidak memiliki modal tapi memiliki ketrampilan berwirausaha.
  6. Tidak punya pakaian, buku, barang atau uang untuk dibagikan? Anda masih punya tenaga dan ilmu untuk dibagikan. Bagikan sedikit tenaga dan ilmu Anda dengan mengajar anak jalanan bagaimana bersikap sopan santun atau belajar membaca.

Ada banyak cara untuk berbagi, jadi tidak perlu membuat banyak alasan macam-macam, berbagi itu hanya butuh keyakinan apa yang diberikan pasti akan kembali pada pemberi dan keikhlasan hati.

Berbagi terang-terangan, boleh. Berbagi diam-diam, lebih baik lagi. Yang tidak boleh dan tidak baik adalah diam-diam tidak berbagi.

8 thoughts on “Bangkitlah Indonesia dengan Sedekah

  1. Sarry …
    saya suka sekali ide nomer 3 …
    membuka sanggar bacaan mini di rumah …
    sebuah ikhtiar yang kelihatannya kecil namun saya yakin… ini akan sangat banyak manfaatnya … bagi masyarakat sekitar

    Salam saya

  2. Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is great, as well as the content!. Thanks For Your article about Bangkitlah Indonesia dengan Sedekah | My Online Diary .

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s