Saran Buat Pendidik (Guru, Dosen, dan Orang Tua) dari Tiffa Episode 4

Sudah baca Saran Buat Pendidik (Guru, Dosen, dan Orang Tua) dari Tiffa Episode 1, Saran Buat Pendidik (Guru, Dosen, dan Orang Tua) dari Tiffa Episode 2, dan Saran Buat Pendidik (Guru, Dosen, dan Orang Tua) dari Tiffa Episode 3?? Lanjut ya… Mungkin ini episode terakhir yang saya berikan untuk para Pendidik atau mungkin ada narablog yang mau menambahkan saran? Silahkan lho… tulis di komentar…

Ini mungkin perasaan yang pernah dialami semua anak atau anak didik yaitu dibanding-bandingkan dengan yang lain dan serasa Pendidik bersikap pilih kasih.

pilih kasih

pilih kasih

Contoh : mungkin punya kakak yang memiliki tubuh kurus, pintar, modis, dan cantik. Sedangkan adiknya memiliki tubuh gemuk, kurang pintar, ga modis, dan kurang cantik. Dari pihak luar mungkin akan berkata “Ih beda sekali ya, kakak dengan adiknya!” tapi terkadang secara tidak langsung Pendidik pun akan memberi “perlakuan” khusus kepada yang memiliki kelebihan tersebut, dan dampaknya si anak/anak didik akan merasa minder dan terkucilkan. Itu masih mending kalau HANYA sekedar minder dan terkucilkan, bagaimana kalau si anak menganggap Pendidik terutama orang tua tidak sayang kepada dirinya dan menjadi kurang bersyukur terhadap Tuhan atas semua yang telah diberikan-Nya.

Begitu juga contoh di Sekolah atau kampus yang lebih sering mendapat perhatian dari Pendidik adalah yang berprestasi, rajin, atau malah yang “jago” cari muka dosen atau guru. Sedangkan yang biasa-biasa saja, cenderung kurang kemampuannya lebih sering tidak dipedulikan bahkan disepelekan, bisa Anda bayangkan apa yang mereka lakukan kelak? Kemungkinan terbesar adalah mereka akan mencari-cari perhatian dengan membuat “keonaran” atau membuat hal yang tidak disukai oleh guru atau dosennya untuk menarik perhatian. Seperti bayi atau anak kecil, untuk mendapatkan perhatian atau keinginannya dipenuhi maka anak akan nangis yang sering digunakan sebagai “senjata” anak untuk menarik perhatian dari lingkungan.

Itu kemungkinan terburuk, tapi syukur kalau anak bisa berfikir logis maka anak akan bersaing “sehat” sesuai tuntutan Pendidik agar mendapat perhatian dari Pendidik.

3 thoughts on “Saran Buat Pendidik (Guru, Dosen, dan Orang Tua) dari Tiffa Episode 4

  1. ya sih, setuju banget. dosen atau guru malah cenderung memperhatikan yang punya kelebihan, padahal seharusnya dibalik, seharusnya yang lebih diperhatikan adalah yang kemampuannya kurang di bawah rata-rata.
    Salam kenal tiffa🙂

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s