Keprihatinan Saya

Jangan Gunakan Bahasa Alay untuk Merubah Nama Allah dan kata pujian yang lain!!!

Prihatin saya membaca tulisan-tulisan seperti ini:

*Hiyaoloh, gmne nich?

*Yaowoh..tolong Q…..

*Astojim…ape yg msti q lakuin yaoloh..??!!

*Yaoloh, apapun hasilnya q cm bisa psrah kpdamu…

*Astajim, ape kate dunia???

* Semoga 4JJI melindungimu…

* Amin, Amien, Aaamiiiiiin, Amen (kata ini kalau Anda beragama Katolik atau Protestan, tidak apa-apa karena memang cara penulisannya seperti ini) tapi kalau kalian muslim, sudah tahu donk bagaimana cara menuliskan kata Aamiin yang benar dengan maksud semoga doa kita dikabulkan oleh Allah.

astaghfirullahaladzim, sebagai manusia (para alay) terlalu berani bermain-main dengan Allah, semoga hidup para alay tidak akan dipermainkan oleh Allah, semoga, aamiin.

Sekali lagi maaf buat para alay yang kesindir. Kalau mau nulis alay, silahkan saja tapi kata-kata biasa yang berasal dari manusia biasa  juga. #paham donk maksud saya? paham aja dah.

Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah SWT.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM.

2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.

3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA.

4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI.

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah doa, ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (Arab) atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra).

Marilah kita biasakan menggunakan kaidah bahasa yang benar dan jangan pernah menyepelekan hal yang sebenarnya besar dianggap kecil.

Saya pun masih dalam proses belajar untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Iklan

8 thoughts on “Keprihatinan Saya

  1. heheh.. diulangi lagi ya Tiff.. kayaknya emang kudu sering-sering deh diingetin.Oh ya, bikin blog satu lagi aja khusus gimana?? 🙂

    saran aja sih.. hehehee. *rempong yah?

  2. Oalah… Jadi A-nya 2, I-nya juga 2, ya. Ngga boleh ditambah atau dikurangin? Salah kaprah saya selama ini. 😦 Trus tulisan 4JJI juga ngga boleh, ya?
    Makasih sharingnya, yaaa…… Nambah pengetahuan nih. 🙂

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s