We Love U Roy Ardhana

Roy Ardhana

Roy Ardhana

Pengen cerita tentang pria baik ini…

Jadi beberapa hari yang lalu (1 November 2011) ada seorang teman saya cerita, ada anak S2 Mapro UII Yogyakarta internship (magang kerja di perusahaan sebagai salah satu syarat menjadi Psikolog selain syarat tesis), lalu kecelakaan, boncengan naik motor, yang laki-laki jatuh ke kiri sedangkan yang perempuan jatuh ke kanan. Yang perempuan dalam keadaan selamat, tapi yang laki-laki masuk UGD dan akhirnya meninggal.

Barusan saya buka FB saya yang lain (saya punya 4 akun FB), yang saya khususkan untuk menjalin hubungan silaturahim dengan mantan pacar dan mantan-mantan gebetan termasuk mantan teman kencan saya. Salah satu mantan pacar ditambahkan di grup yang dikhususkan buat Roy, widih saya pikir hebat bener Roy karena yang gabung di grup itu di atas 100, banyak juga nich fansnya Roy. Jujur dulu saya pernah tertarik dengan Roy. Buka grup tersebut kok isinya tentang kata-kata yang mengindikasikan kalau Roy sudah meninggal tanggal 1 November 2011 di pagi hari??? ngikutin terus, saya lalu “ngeh” ya, Roy telah kembali ke pangkuan Allah, dan saya baru “ngeh lagi” yang diceritakan teman kampus saya itu ternyata teman saya dan teman mantan pacar saya. Jleb, kaget sekali. #Roy meninggal di usia 24 tahun.

Memoar tentang Roy…

Saat saya pertama kali melihat Roy di Tahun 2010, jujur yang ada dibenak saya “nich cowok cakep juga”, ngajak kenalan/salaman terlebih dulu = friendly abis, ngajak becanda terlebih dahulu apalagi saya orangnya pendiam abis. Kami pernah tidur rame-rame dengan teman-teman yang lain di satu rumah (yang ada pemiliknya dikarenakan suatu tugas), lagi-lagi Roy yang ajak ngobrol lebih dulu saat kami nunggu antrian kamar mandi dan Roy mempersilahkan saya menggunakan kamar mandi terlebih dahulu #gentle banget, makin kagum saya dibuatnya. Melakukan salat dan ngemong sekali kepada teman-teman perempuan, banyak teman perempuan yang sudah dibantu Roy, HANYA TEMAN BUKAN PACAR. Ke teman-teman cowok juga baik banget. Benar-benar ga heran, banyak banget yang merasa kehilangan atas kepergian Roy. Saya juga baru tahu kalau Roy itu saat belajar di kelas, dia lebih memilih duduk di depan dan mendengarkan kuliah dengan serius, mungkin karena itu katanya teman Roy, Indeks Prestasi Roy di Mapro paling tinggi.

Selamat Jalan Roy Juliardhana, Semoga Segala Kebaikanmu Diterima Allah. Aamiin.

Iklan

14 thoughts on “We Love U Roy Ardhana

  1. Katanya banyak orang…orang baik itu sering mati muda…entahlah 😀

    yang jelas Innalillahi wa Innalillahi rojiun…semua milik-NYA dan akan kembali pada-NYA. Kita tidak akan pernah tahu kapan menyusul sahabat Roy….betul?

    Bedanya orang baik dan jahat bukan pada mati muda atau bukan, namun terletak pada kematian itu.

    Bila baik dan mati muda, beruntung masih sedikit dosa dan telah mempunyai cukup tabungan amal kebajikan untuk bertemu dengan – NYA…insya Allah.

    Orang jahat mati muda, kasihan, belum cukup waktu untuk bertobat sudah dipanggil….

    So..jadilah kita orang2 baik…baik buat diri sendiri dan tentunya sekitar kita…semangaattt!!

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s