Cermin Diri

Pernah minta bantuan ke orang (baik keluarga, sahabat, atau teman) tapi tidak ada respon sama sekali atau mungkin respon yang tidak baik??? padahal orang tersebut sering kita bantu baik materi, mental, pemikiran, atau waktu kita yang terbuang percuma hanya untuk menjalin silaturrahim ke orang tersebut. Saya pernah, bagaimana dengan Anda?

Saya yakin sebenarnya pengalaman seperti ini banyak terjadi di sekitar Anda atau malah Anda sendiri yang pernah mengalaminya. Saat orang butuh bantuan kita, kita selalu hadir dengan bantuan, tapi ketika kita benar-benar butuh bantuan orang yang sering kita tolong atau beri dukungan, mereka tiba-tiba lenyap atau hilang.

Ada seorang teman yang bilang itu berarti cerminan diri kamu, kamu harus introspeksi diri, kenapa sampai teman kamu tidak membantu dan menolak membantu! Itu juga yang teman saya lakukan saat temannya sulit sekali diminta bantuan.

Menurut saya, sebenarnya tidak sepenuhnya pendapat tersebut salah, TAPI tidak sepenuhnya pendapat tersebut benar. Introspeksi diri sich bagus, apalagi introspeksi umumnya mengarah ke perubahan yang jauh lebih baik. Right! Tapi seperti yang saya bilang di awal tidak sepenuhnya pendapat teman saya itu benar. Kenapa? Karena tidak semua orang tahu yang namanya balas budi, minimal tidak usah merugikan orang lain.

Contoh :

  • Tidak menghina orang tersebut lalu kita dihina. (baik dunia nyata apalagi dunia maya : ntah blog atau microblog)
  • Sudah ditolong, tidak mengucapkan terima kasih. (ini bukan”haus” kata terima kasih).
  • Sudah dibeayain seluruh hidupnya, dianggap anak sendiri melebihi anak kandungnya (tapi mencuri/maling seluruh harta orang yang telah membeayainya, sampai keluarga orang tersebut menjadi miskin, nyaris tidak memiliki harta apapun) #ini sebuah kisah nyata.
  • Orang tua yang melahirkan dan menafkahkan hartanya untuk anaknya sampai bisa cari uang sendiri, tapi setelah anaknya bisa cari uang sendiri, orang tua diperlakukan menjadi pembantu anak tersebut #mengasuh anak-anaknya, mencuci/menyetrika pakaian keluarga anaknya, dijadikan sopir untuk menjemput anak-anaknya tanpa pernah diajak jalan-jalan atau diberi sesuatu yang nilainya berharga untuk menyenangkan orang tuanya, bahkan membentak orang tuanya, atau mungkin menitipkan orang tuanya di rumah panti jompo saat orang tuanya dianggap tidak memiliki kegunaan lagi untuk si anak #lagi-lagi ini sebuah kisah nyata, yang cukup banyak terjadi saat ini. Naudzubillahimindzalik, semoga tidak terjadi pada diri saya, atau pun saya memperlakukan orang tua saya seperti itu.

Contoh-contoh di atas yang membuat saya berkata, TIDAK SEPENUHNYA SETUJU  DENGAN PENDAPAT TEMAN SAYA. Maka dari itu ada peribahasa AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA yang artinya KEBAIKAN DIBALAS KEJAHATAN.

 

Iklan

10 thoughts on “Cermin Diri

  1. Ikhlas dalam membantu is a must.
    Namun bagi orang2 yang berbuat buruk, insya Allah akan ada balasannya bagi mereka.
    Semoga kita bukan termasuk orang2 yang membalas dengan air tuba ya, Tiffa…

  2. Pagi-pagi sudah share tentang ini. Apakah Sarry tengah kecewa?
    Semoga lekas membaik ya. Memang tak ada yang sama. Ada yang cuek dengan bantuan orang, tapi banyak juga yang meski diam namun tetap berjanji dalam hati kelak akan membalas budi.
    Dari pengalaman pribadi, terkadang tidak dibantu teman/saudara adalah salah satu ujian tersendir bagi kita selain kesulitan yang tengah kita hadapi. Well,… itu pengalaman pribadi.

  3. Yg penting kita tidak begitu ya Tif, kalo kata suamiku (mengutip sebuah hadits jg), “sebagian orang adalah ujian bagi sebagian yang lainnya”, jadi hrs ikhlas ketika kebaikan kita tidak dibalas kebaikan yg sama. Semangaats 😉

  4. Saya juga pernah ngalamin hal seperti itu. Ikhlas aja, karena kebaikan biasanya ngga langsung di balas oleh yg bersangkutan, bisa jadi orang lain yg membalasanya. Allah ngga tidur kok. Saya juga masih belajar untuk terus ikhlas, emang susah.

  5. Saya ingat dulu… tampaknya saya pernah mengalami hal yang Mbak Tif rasakan. Tapi lupa seperti apa dan kapan tepatnya.

    Saya sih beranggapan, kalo ada teman yang gak mau mbantu saya (padahal saya pernah mbantu dia dg segenap hati) artinya memang dia yang gak tahu diri.

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s