I miss Indonesia

Sebelumnya salam kenal Adi 🙂 . Tiffa sudah follow blognya Adi dan menautkan link blog Adi pada tautan Pria Tampan.

I miss Indonesia

  • Hal pertama yang membuat “I miss Indonesia” saat berada di luar negeri (Jeddah, Madinah, dan Makkah) tentu saja keluarga, sahabat, dan teman-teman Tiffa karena kalau mau nelfon atau sms membuat pulsa saya terkuras sekali, satu kali sms beayanya menggunakan provider yang saya gunakan sebesar Rp 6.700, nelfon per menit ke Indonesia di atas Rp 30 ribu; sebenarnya bisa saja sich saya membeli dan menggunakan provider yang ada di Arab, namun bagi saya sayang aja waktu untuk ibadah digunakan untuk telfon dan sms lebih baik saya gunakan untuk tidur lebih cepat.
  • Kedua, sebenarnya saat di Arab, saya sudah mengantisipasi soal makanan dengan memilih hotel berbintang tiga (karena HANYA hotel berbintang tiga yang menyediakan menu masakan Indonesia, sedangkan hotel berbintang selain tiga kalau tidak menu masakan Barat ya masakan Arab) tapi tetap saja menu masakannya adalah masakan-masakan mahalnya Indonesia; ga ada bakso kuah yang panas, ga ada Indomie, jadi kangen banget sama bakso dan Indomie tapi ga tahu dimana harus beli dan masak Indomie di Arab. #ini ceritaku tentang Indomie, bagaimana dengan ceritamu? Halah malah ngiklan Indomie *nepok jidat
  • Saya kangen menggunakan Bahasa Indonesia, karena saat belanja, menukar uang, atau bertanya;  saya menggunakan Bahasa Inggris, sedikit Bahasa Melayu (Malaysia), dan sedikit Bahasa Arab.
  • Kangen juga sama sopan santun kebanyakan orang Indonesia, karena kalau di sana saat sholat adalah hal yang lumrah dan biasa dilangkahi saat sujud, sajadah diinjak, dan memegang kepala.
  • Dan ini yang membuat saya benar-benar I miss Indonesia, temperatur suhu di Arab saat itu mencapai di atas 50 derajat Celcius, yang membuat bibir saya sangat kering sehingga pecah-pecah dan telapak kaki saya menjadi menghitam, sangat kering sehingga kulit telapak kaki bagian jempol menjadi pecah, dan itu rasanya sangat sakit sekali apalagi kalau untuk berjalan, saat melepas kaos kaki dari kaki serasa kaos kaki itu tidak bisa lepas karena seperti lekat dengan kaki. Serta lokasi di sana yang ntah bagaimana disaat mendekati kepulangan saya ke Indonesia membuat batuk-batuk. Hal-hal kulit kering dan batuk-batuk adalah kendala yang sering dihadapi jamaah dari Indonesia karena “kekagetan” pada suhu yang sangat panas.

ini ya fotonya 🙂

Kelima hal tersebut yang membuat I miss Indonesia, namun seperti kebanyakan orang yang telah menginjakkan kaki di Makkah. Masjidil Haram dan Ka’bah memiliki “magnet” yang sangat kuat untuk membuat umat manusia terus ingin kembali menginjakkan kaki di sana, itupun yang saya alami, makanya tidak heran banyak orang berkali-kali melakukan Umrah dan Naik Haji.

Artikel ini diikutsertakan pada acara giveaway Adi Chimenk.

Iklan

8 thoughts on “I miss Indonesia

  1. nah, yang begini nih yang bikin gw mupeng… Gw belum bisa menginjakkan kaki di mekkah..:(

    Betewe, thank ya udah mau ikutan. ID-nya yang tiffany victoria bukan? 🙂

    • Yup, ID-nya Tiffany Victoria dipanggil Tiffa.

      Kembali kasih. Sy khan banci kuis dan kontes, selama ga ribet syaratnya dan ada waktu luang, sy usahakan untuk ikut meramaikan acara. #biasanya dr acara kuis dan kontes ini sy mengenal teman-teman baru dan sy senang 😀

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s