Hinaan Buat Wanita dari Pria Patah Hati

Ada suatu cerita seorang pria bernama Dim, Dim datang bersama orang tuanya melamar pacarnya yang bernama Meong, Dim dan Meong telah berpacaran selama 7 tahun semenjak awal SMA, Dim dan Meong sudah berteman semenjak SD, Dim dan Meong adalah teman sekelas waktu SD, namun terpisahkan oleh pilihan sekolah yang berbeda, tapi Dim dan Meong bertetangga, jarak rumah mereka hanya 2 meter.

Dim sangat berharap Meong akan menjadi istrinya, Meong adalah wanita pintar, manis, berbadan tinggi gemuk (Dim kebetulan memiliki selera wanita berbadan “besar”, menurut Dim wanita berbadan “besar” adalah sexy), berkulit coklat gelap, berkerudung (saya tidak bisa menilai ketaqwaan seseorang hanya dari pakaian saja, penilaian taqwa adalah hak mutlak milik Allah karena saya tidak tahu isi hati dari manusia), anak dari orang kaya, bisa memasak dan menurut Dim rasa masakan Meong sangatlah enak (wajar masih cinta bo!). Terlihat sangat sempurna sekali wanita tersebut khan?

Namun apa yang terjadi lamaran Dim dan orang tuanya ditolak oleh Meong dan keluarganya dengan alasan yang dibuat “lebih halus”, bahkan langsung diputusin Dim oleh Meong. Dim dan orang tuanya kaget serta kecewa, jadi selama ini pacaran 7 tahun seperti membuang-buang waktu dan materi saja untuk Dim, tentu saja Dim korban perasaan “sakit” juga malu.

Dim lalu berkata pada Meong dan keluarga Meong :

Meong  sexy,

Tidak mengapa Meong menolak lamaran saya. Tapi, asal tahu saja…wanita itu seperti bola. Ketika umur 20 tahun seperti BOLA SEPAK dikejar oleh 22 orang. Umur 25 tahun seperti BOLA VOLLEY dikejar oleh 12 orang. Umur 30 tahun seperti BOLA BASKET masih jadi rebutan oleh 10 orang. Umur 40 tahun seperti BOLA PINGPONG diputer-puter oleh 2 orang saja. Umur 50 tahun seperti BOLA GOLF kalau bisa dipukul sejauh-jauhnya.

Semoga Meong tidak seperti BOLA GOLF saat usiamu 50 tahun.

Yang mencintai dan membencimu : Dim.

 

Iklan

9 thoughts on “Hinaan Buat Wanita dari Pria Patah Hati

  1. kesimpulannya, cintailah sesuatu dengan sewajarnya saja, jangan berlebihan dan tetap kembalikan cintanya kpd Tuhan, sehingga jika ada suatu hal yang tidak diharapkan terjadi, maka cinta yg telah ada tidak berubah menjadi suatu kebencian.

    • Benar sekali, salah satu alasan sy menulis kisah ini krn bnyk “pesan terselubung/bahan renungan” dan salah satunya adalah yg mabruri sebutkan. Cerdas, bisa melihat dr sisi lain 🙂

  2. ketawa dulu deh.. hahaha.. dulu pernah baca pengibaratan soal bola ini nih, tapi lupa dimana.

    hemm.. sebenernya kalo yang dicari tuh bentuk badan atau kecantikan kayaknya akan hilang seiring dengan usia deh

  3. Jngn heran klw si Dim smpe ngmong kek gtu, prsaannya psti kcwa banget, jgnkan kepada si Meong seksi.. sama bidadari seksipun dia akan mengucapkan hal yg sama…
    Salam kenal,…

    Trma ksih 🙂

  4. kesimpulnya adalah
    cinta yang kekal bukan dari fisik tapi datang dari kesungguhan hati untuk saling berbagi dan mengayomi , saya yakin “Meong” tak kan dilepas dan didepak seakhir hayatnya seandainya dia temukan makna cinta sesungguhnya 🙂

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s