Ayah

1. Ayah sering dinomorduakan dari pada mama.
2. Ayah ingin anak-anaknya jauh lebih baik dalam segala hal dibanding dirinya.

3. Ayah disiplin dalam hal waktu dan ayah juga yang marah kalau anaknya tidak tepat waktu saat janjian maupun sholat.

4. Ayah merencanakan hidup saya ketika ayah tahu bahwa mama hamil di usia 40tahun.

5. Ayah membantu segala kesulitan saya dalam hal pendidikan, bahkan menguatkan saya disaat rapuh dalam mengerjakan skripsi dan mencari testee praktikum.

6. Ayah tampak galak di mata saya, tetapi di mata teman-teman saya beliau tampak bertanggungjawab dan lucu.

7. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, walaupun beliau tidak mendapat balasan yang sama baiknya dari orang yang dibantunya.

8. Ayah saya bisa masak di dapur. Rasanya tidak terlalu mengecewakan.

9. Ayah cukup sering membelikan oleh-oleh ke anak-anaknya saat beliau liburan atau tugas di luar kota maupun luar negeri.

10. Ayah selalu berdoa agar anak-anaknya menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun anak-anaknya jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

11. Ayah tidak memanjakan saya ketika saya sakit, tapi beliau rela mengeluarkan uang yang banyak dan mencari dokter terbaik ataupun second opinion dari dokter yang berbeda untuk kesembuhan saya.

12. Ayah akan melupakan seluruh keinginannya, agar bisa memberikan yang anak-anaknya butuhkan.

13. Ayah selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar beaya pendidikan anak-anaknya, meskipun anak-anaknya terkadang tidak menghargai jerih payahnya.

14. Ayah tidak pernah marah, tetapi akan sangat marah ketika anak gadisnya pergi sampai malam atau pergi jarak jauh tanpa izin darinya.

15. Ayah bisa galau dan cemas, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tidak memberi kabar selama hampir satu minggu.

16. Ada kalimat bijak : ” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya di pasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”. Dan ayah saya ikut membantu meminta dan memesan kepada Allah untuk saya dalam mendapatkan teman hidup.

17. Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan : ” Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecil ayah dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

18. Ayah bisa membuat saya percaya diri.

19. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi ayah hanya mencoba melakukan yang terbaik.

20. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangi saya untuk mencintai Allah, bahkan ayah membentangkan seribu jalan agar saya dapat menggapai cintaNya, karena ayahpun mencintai saya karena cintaNya.

Saat menulis postingan ini, air mata saya bercucuran, mungkin memang ayah saya memiliki banyak kekurangan dan 20 kalimat tersebut TENTU SAJA tidak cukup mendefinikan kebaikan-kebaikan yang ayah berikan kepada anak-anaknya. Saya bangga dan beruntung memiliki ayah yang bertanggung jawab seperti beliau.

Iklan

8 thoughts on “Ayah

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s