NII

Pasti sudah pada denger berita tentang NII khan??? Jujur saja saya kurang mengikuti banget HOT NEWS ini 😐 males aja nontonnya. Setiap ketemu teman atau orang, rata-rata yang dibahas masalah NII, bukan pernikahan Si Tampan yang membuat banyak wanita patah hati termasuk saya, Pangeran William.

Yang menjadi bahan pemikiran saya, bagaimana sich cara Kelompok NII itu mempengaruhi yang direkrut agar mau dengan mudahnya mengikuti doktrin mereka??? Saya saja saat ini sangat pusing untuk merekrut hanya satu orang untuk menjadi testee praktikum dari Fakultas Farmasi minimal semester akhir yang sudah punya pengalaman kerja atau organisasi. Huufttt…

Yang mereka rekrut juga bukan hanya orang bodoh/tidak berpendidikan  atau berasal dari keluarga miskin yang bisa diperbodoh/dipengaruhi dengan mudahnya yang bisa diiming-imingi dengan uang lalu nurut.

NII ngakunya Islam, tapi kok ya tidak sholat, berbohong ke orang tua, melacurkan diri, mencuri uang, ngelawan orang tua; kalo ngelawan polisi mungkin banyak tanpa disuruh anggota NII, buktinya banyak tidak pake helm saat naik motor, tidak pake sabuk pengaman saat naik mobil, atau nerobos lampu merah, dll.

Setiap agama apapun yang disahkan di Indonesia, saya berani jamin tidak ada yang mengajarkan untuk melawan orang tua, mencuri, berbohong, menjadi pelacur. Agama Islam sendiri mengajarkan kalo tidak sholat 5 waktu itu dosa, dan tidak sholat Jumat bagi pria 3 kali berturut-turut sama dengan kafir. So… sudah jelas NII itu BUKAN ISLAM TAPI ALIRAN SESAT YANG HARUS DIBERANTAS. PEMERINTAH… DIMANAKAH KALIAN??? APAKAH KALIAN MASIH BAHAS MASALAH GEDUNG DPR YANG BARU??? SELESAIKAN MASALAH NII DULU!!!

Gara-gara banyak kasus NII sudah mulai menyebar termasuk di Yogya baik anggota NII maupun yang direkrut beberapa mahasiswa Yogya dari perguruan tinggi negeri maupun swasta *saya baca di koran*, membuat bokap saya was-was ga ketulungan, dismsin mulu… suruh nonton berita di TV yang lagi bahas NII, biar jangan sampai kena pengaruh NII, karena bokap kaget waktu dengar ada mahasiswa Psikologi di “satu label” dengan Perguruan Tinggi saya namun beda kota sudah kena pengaruh NII.

Jadi buat kalian yang dari remaja sampai dewasa maupun tua beserta orang tua, hati-hati dan waspada ya.. jaga diri dan anak kalian, karena ini mau merusak “iman” kita dan merusak ke “Bhinneka Tunggal Ika” an Indonesia. INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM, namun Indonesia memiliki penduduk yang mayoritas besar beragama Islam.

Semoga ALLAH menjaga iman kita, keluarga dan keturunan kita kelak sampai ajal menjemput. Aamiin.

 

Iklan

6 thoughts on “NII

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam maka akan saya hapus. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s